BELU, Mediatihar.Com – Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, secara cepat merespons keluhan masyarakat Desa Tulakadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, terkait krisis air bersih. Sebagai langkah konkret, Polda NTT melalui Polres Belu membangun satu unit sumur bor yang kini telah dapat dimanfaatkan oleh warga setempat.
Pembangunan sumur bor ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi yang disampaikan warga dalam kegiatan Jumat Curhat yang digelar Polres Belu beberapa waktu lalu. Tak butuh waktu lama sejak keluhan tersebut diterima, bantuan sarana air bersih langsung direalisasikan.
Sekretaris Desa Tulakadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Kapolda NTT dan jajaran Polres Belu.Menurutnya, bantuan ini adalah solusi nyata bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan dasar.
”Masyarakat menyambut gembira pembangunan sumur bor ini. Selama ini warga kesulitan memperoleh air untuk memasak, mandi, dan mencuci. Semoga fasilitas ini memberikan manfaat jangka panjang dalam memenuhi kebutuhan harian warga,” ujar Sekdes Tulakadi.
Sebelum adanya bantuan ini, warga terpaksa membeli air tangki dengan harga yang cukup menguras kantong. “Satu tangki harganya Rp100 ribu untuk 5.000 liter. Itu hanya cukup untuk kebutuhan dasar saja,” ungkap Ibu Arni, salah satu warga Desa Tulakadi.
Realisasi bantuan ini bermula dari kegiatan Jumat Curhat yang dipimpin oleh Wakapolres Belu, KOMPOL Lorensius, S.H., S.I.K., pada Jumat (28/11/2025). Dalam suasana kekeluargaan, warga menyampaikan bahwa meskipun situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah tersebut kondusif, krisis air bersih tetap menjadi persoalan krusial tahunan.
Wakapolres Belu menegaskan bahwa program Jumat Curhat adalah agenda rutin Polri secara nasional untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan keluhan secara langsung.
”Kami ingin mendengar langsung curhatan masyarakat. Silakan sampaikan apa saja demi peningkatan kinerja Polri yang lebih baik ke depannya,” ujar KOMPOL Lorensius saat berdialog dengan warga, RT/RW, dan tokoh masyarakat setempat.
Aspirasi mengenai kebutuhan sumur bor yang disampaikan warga, termasuk oleh Bapak Joni Mamulak dan perangkat desa, langsung diteruskan ke tingkat pimpinan Polda NTT dan kini telah berhasil diwujudkan demi kesejahteraan masyarakat di perbatasan RI-RDTL tersebut.












