Ditangkap Berkat Tato di Dada,kisah Pelarian Bento Terhenti,Dari Tempat Besi Tua Hingga Berakhir di Jeruji Besi

BERITA, DAERAH, HUKRIM1513 Views

Belu,mediatihar.com – Sosok Benyamin Asbanu alias Bento, terduga pelaku kasus penikaman di lapak jual semangka Jalan Timor Raya, Kota Kupang, ternyata sempat bekerja di tempat besi tua milik Samsul Arifin alias Mas Gondrong di Pasar Baru Atambua, Kelurahan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat, selama empat hari sebelum akhirnya diamankan aparat kepolisian.

Kepada media ini, Rabu (15/10/2025), Mas Gondrong mengisahkan awal mula pertemuannya dengan Bento yang datang ke tempat usahanya pada Jumat malam, 10 Oktober 2025 sekitar pukul 19.00 WITA.

“Dia datang minta kerja karena katanya ada urusan keluarga. Setelah saya terima, saya suruh istirahat dulu. Karena urusan saya cukup padat, saya jarang di bengkel dan juga jarang pantau media sosial,” ujar Mas Gondrong mengawali ceritanya.

Ia melanjutkan, pada malam menjelang penangkapan, dirinya baru tiba di rumah sekitar pukul dua dini hari. Karena lapar dan tidak bisa tidur, ia ke dapur untuk memasak mie instan. Sambil makan, ia membuka ponsel dan melihat unggahan di Facebook.

“Saya buka Facebook dan lihat postingan akun Nato Soares di grup Kotak-Ketik. Di situ tertulis tentang pelaku penikaman. Saat lihat fotonya, saya kaget karena mirip orang yang kerja di tempat saya,” ungkapnya.

Sadar akan kemiripan wajah tersebut, Mas Gondrong langsung menghubungi beberapa anggota Polres Belu, termasuk anggota Buser bernama Pak Luki.

“Saya langsung telepon beberapa anggota Polres, termasuk Pak Luki. Karena mungkin belum sempat angkat telepon, saya kirim voice note untuk jelaskan. Sekitar jam enam pagi, Pak Luki datang ke tempat saya. Saya bilang ke dia supaya datang seolah-olah mau urusan besi tua biar tidak menimbulkan curiga,” jelasnya.

Setibanya di bengkel, Mas Gondrong membantu petugas memastikan identitas orang yang bekerja di tempatnya itu.

“Saya panggil BA supaya kerja di dekat saya dan Pak Luki bisa lihat wajahnya. Karena dia pakai masker, saya pura-pura kasih rokok supaya maskernya dilepas. Saat dilepas, memang mirip, tapi giginya copot satu di depan, jadi sempat ragu,” tutur Mas Gondrong.

Untuk memastikan lebih lanjut, petugas lain bernama Pak Eli datang ke lokasi. Polisi kemudian membandingkan ciri-ciri fisik sesuai informasi, termasuk tato di bagian dada.

“Setelah dicek lagi dan dibandingkan cirinya, barulah Pak Luki dan Pak Eli yakin bahwa dia memang orang yang dicari. Saat itu juga mereka langsung mengamankan BA,” terangnya.

Selama bekerja di tempatnya selama empat hari, menurut Mas Gondrong, Bento tidak menunjukkan sikap yang mencurigakan.

“Dia kerja seperti biasa, tidak ada beban. Setiap sore dia mondar-mandir di pasar seperti orang biasa, hanya saja selalu pakai masker,” katanya menambahkan.

Sebelumnya, Benyamin Asbanu alias Bento menjadi buronan aparat gabungan Unit Buser Polres Belu dan Polresta Kupang Kota setelah terlibat dalam kasus penikaman di lapak jual semangka milik Selvina Pah (56) dan Rion Dasi (44) di Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang, Jumat (3/10/2025) dini hari.

Pelaku akhirnya diamankan di bengkel besi tua milik Mas Gondrong di Pasar Baru Atambua dan kini telah dibawa ke Polresta Kupang untuk proses hukum lebih lanjut.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *