80 Tahun Bhayangkara: Dari Perbatasan Belu, Polri Tegaskan Komitmen Pelayanan Responsif dan Jaga Kamtibmas

BERITA, DAERAH, HUKRIM99 Views

Polres Belu gelar upacara Memperingati HUT ke 80 di Halaman Mapolres Belu dengan mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”.

ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM – Kepolisian Resor (Polres) Belu menggelar upacara khidmat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 tingkat Kabupaten Belu. Upacara yang mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat” ini berlangsung di Lapangan Mapolres Belu, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Tenukiik, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, pada Rabu (1/7/2026) pagi.

​Bertindak selaku Inspektur Upacara, Kapolres Belu AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H., S.I.K., memimpin langsung jalannya upacara yang diikuti oleh jajaran personel TNI-Polri, instansi pemerintah, serta tokoh masyarakat setempat.

​Upacara peringatan ini menegaskan sinergitas yang kuat antarinstansi di wilayah perbatasan RI-RDTL.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat penting daerah, antara lain:​Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H.,​Ketua DPRD Kabupaten Belu, Theodorus Manehitu Djuang,​Kepala Kejaksaan Negeri Atambua, Johannes H. Siregar, S.H., M.H.,Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1B Atambua, Yunius Manoppo, S.H., M.H.
​Kasdim 1605/Belu, Mayor Arm Paulus.
​Wadanyon A Pelopor Atambua, AKP Rudinus R. Silvester.

​Sementara itu, struktur pejabat upacara diisi oleh AKP I Wayan Budiasa, S.H. selaku Perwira Upacara, dan Ipda Muhammad Syeva N. Ginting, S.Tr.K. bertindak sebagai Komandan Upacara. Pasukan upacara terdiri dari berbagai unsur gabungan, mulai dari kesatuan Samapta, Lantas, Bhabinkamtibmas, Reskrim, Intel, Subdenpom Atambua, Kodim 1605/Belu, Yonif 744/SYB, Satgas Pamtas RI-RDTL, hingga Satpol PP.

​Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Belu membacakan amanat tertulis Presiden Republik Indonesia. Dalam amanatnya, Presiden menyampaikan apresiasi tertinggi dan ucapan terima kasih atas kerja keras, pengabdian, dan pengorbanan seluruh keluarga besar Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dalam negeri secara profesional.

​”Tema ’80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat’ mengandung makna bahwa seluruh muara pelayanan Kepolisian diarahkan untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Fokus utama Polri ke depan haruslah pelayanan yang responsif dan memberikan manfaat langsung kepada publik,” ujar Kapolres saat membacakan amanat Presiden.

​Presiden juga menyoroti dinamika geopolitik global saat ini, seperti ketidakpastian ekonomi dan dampak ketegangan di Timur Tengah yang menuntut Polri memperkuat keamanan siber serta mendeteksi potensi ancaman multidimensional secara cepat. Selain itu, peran Polri dinilai sangat krusial dalam mengawal program strategis nasional, termasuk dukungan terhadap ketahanan pangan dan pemberantasan kejahatan digital seperti judi online serta penyelundupan.

​Melalui momentum HUT ke-80 ini, Kepala Negara memberikan lima instruksi strategis untuk dipedomani oleh seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia:

​Reformasi Kelembagaan: Memastikan reformasi birokrasi Polri mampu mewujudkan institusi yang profesional, transparan, akuntabel, dan terbuka terhadap pengawasan publik.

​Pemanfaatan Teknologi: Memaksimalkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan transparansi proses kerja demi meraih kepercayaan publik.

​Penguatan Kapasitas SDM: Membentuk sumber daya manusia yang profesional, adaptif, berintegritas, serta menguasai teknologi guna menghadapi ancaman keamanan modern.

​Koleksibilitas dan Adaptabilitas Organisasi: Membangun institusi kepolisian yang modern dan berbasis data (predictive policing) agar responsif terhadap perubahan lingkungan strategis.

​Penguatan Legitimasi Publik: Menunjukkan jati diri sebagai abdi masyarakat yang tulus, merespons cepat keluhan warga, dan membangun budaya integritas yang kokoh.

​Setelah upacara parade selesai yang ditandai dengan pengucapan Tri Brata dan lagu Andhika Bhayangkari, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara syukuran.

​Sebagai bentuk toleransi dan kebersamaan di wilayah perbatasan, Polres Belu menggelar doa lintas agama yang dipimpin oleh para tokoh agama setempat. Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas pengabdian Korps Bhayangkara yang telah mencapai usia delapan dekade.

​Seluruh rangkaian kegiatan memperingati Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolres Belu berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.(Haman/MT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *