2026 Revolusi Digital di Tapal Batas: 81 Desa di Belu Kini Terhubung Website, Urusan Publik Jadi Instan

ATAMBUA,Mediatihar.Com – Pemerintah Kabupaten Belu mencatatkan lompatan besar dalam transformasi digital sepanjang tahun anggaran 2025. Di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Belu, akselerasi teknologi informasi menjadi tulang punggung dalam meningkatkan efisiensi birokrasi dan transparansi pelayanan publik.

​Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Goncaves, ST, mengungkapkan bahwa digitalisasi layanan pemerintahan merupakan salah satu pilar utama dari 10 program prioritas yang tertuang dalam RPJMD 2025-2029.

​Fokus utama pembangunan tahun ini menyasar pada penguatan infrastruktur informasi di seluruh tingkatan pemerintahan. Hingga akhir Desember 2025, Pemkab Belu berhasil merealisasikan:
​Pengembangan 10 Website OPD: Memastikan setiap Organisasi Perangkat Daerah memiliki kanal informasi yang akuntabel.

​Digitalisasi 81 Desa: Pembangunan 81 website desa untuk mendekatkan layanan administratif kepada masyarakat di tingkat akar rumput.

​15 Aplikasi e-Government: Peluncuran berbagai aplikasi terintegrasi untuk mempercepat proses birokrasi dan pelayanan publik berbasis digital.

​”Tahun 2025 adalah bukti nyata komitmen kami dalam menjawab tantangan zaman. Digitalisasi bukan sekadar gaya hidup, tapi kebutuhan untuk memastikan layanan pemerintah cepat, tepat, dan transparan,” ujar Wakil Bupati Vicente Hornai Goncaves dalam keterangan persnya.

​Transformasi digital ini berdampak langsung pada Indeks Keterbukaan Informasi Publik Kabupaten Belu yang kini mencapai skor 70 dengan predikat “Cukup Informatif”. Beberapa inovasi unggulan yang telah berjalan antara lain:

​SIPANDU: Sistem Informasi Kependudukan yang mempermudah urusan administrasi warga.
​Absensi Mobile: Sistem pemantauan kinerja bagi penyuluh pertanian di lapangan.

​Smart Reporting: Peningkatan insentif bagi RT, RW, Dusun, hingga Kader Posyandu yang kini terintegrasi dalam sistem pelaporan yang lebih terstruktur.

​Selain digitalisasi, Wakil Bupati juga memaparkan keberhasilan program prioritas lainnya yang saling bersinergi, seperti capaian UHC Non Cut Off di sektor kesehatan yang mencakup 98% penduduk, serta dukungan bagi 1.069 ASN melalui tambahan penghasilan (TPP) senilai Rp21,22 Miliar untuk memacu profesionalisme kerja.

“Keberhasilan ini adalah buah dari sinergi seluruh elemen. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi demi terwujudnya Belu yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing di era digital,” tutup Vicente.