16 Tahun Terisolasi, Brimob NTT Bangun Jembatan Darurat untuk Warga Manuaman

Brimob Batalyon A Pelopor Satbrimob membangun jembatan Darurat.

​BELU, NTT,Mediatihar.Com – Personel Brimob Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) membangun jembatan darurat di RT 20/RW 04, Kelurahan Manuaman, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu, Sabtu (7/2/2026).

Aksi cepat ini dilakukan untuk memulihkan akses warga dan anak sekolah yang telah terputus selama 16 tahun.

​Pembangunan jembatan semi-permanen sepanjang 9 meter ini merupakan instruksi langsung dari Dansat Brimob Polda NTT, Kombes Pol. Afrizal Asri, S.I.K. Langkah ini diambil sebagai respons atas keluhan masyarakat yang terisolasi akibat rusaknya infrastruktur utama sejak belasan tahun silam.

​Berdasarkan informasi tokoh masyarakat setempat, jembatan permanen di wilayah tersebut ambruk diterjang bencana alam pada tahun 2010. Sejak saat itu, warga dan anak-anak sekolah terpaksa menyeberangi sungai secara manual untuk menuju pusat Kota Atambua.

​”Setelah jembatan ambruk tahun 2010, masyarakat terpaksa lewat kali. Hari ini kita bangun jembatan darurat dari papan dan kayu gelondongan agar akses transportasi kembali lancar,” ujar Wadanyon A Pelopor, AKP Rudinus R. Silvester, saat memimpin pengerjaan di lokasi.

​Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini melibatkan sinergi antara personel Brimob dan warga setempat. Turut hadir dalam aksi tersebut Lurah Manuaman Michael Bau, Danki 1 AKP Inacio Ximenes, serta tokoh masyarakat.

​Proses pembangunan dilakukan secara komprehensif, meliputi:
1.​Penggalian pondasi tiang penyangga.
2.​Pemasangan kayu penahan struktur.
3.​Pengecoran perlintasan menggunakan semen dan kerikil.
4.​Tahap akhir (finishing) berupa pengecatan dan uji kelayakan.

​Menariknya, seluruh biaya pembangunan jembatan ini berasal dari swadaya mandiri personel Brimob. Tepat pukul 15.30 WITA, jembatan yang diberi nama “Weaituan” tersebut rampung dan langsung diuji coba oleh kendaraan roda dua.

​Ketua RT setempat menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan yang diberikan oleh korps baret biru tersebut. Ia mengaku terharu karena penantian panjang warga akhirnya terjawab.

​”Terima kasih Bapak-bapak Brimob yang sudah membuatkan jembatan sehingga aktivitas kami kembali normal,” ungkapnya dengan nada haru.

​Dengan hadirnya jembatan alternatif ini, warga Kelurahan Manuaman kini tidak perlu lagi bertaruh nyawa menyeberangi sungai, terutama saat debit air meningkat di musim hujan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *