
BETUN,MEDIATIHAR.COM – Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, untuk memeratakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Penegasan ini disampaikan Nanik dalam jumpa pers perdana di Kantor BGN, Jakarta, Kamis (4/6).
Namun, realita di lapangan menunjukkan program tersebut belum sepenuhnya menyentuh seluruh wilayah pelosok. Salah satunya di Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Saat ini, program nasional tersebut baru dinikmati oleh ribuan pelajar di beberapa sekolah tertentu di wilayah Kabupaten Malaka. Sementara itu, sejumlah sekolah di pelosok kecamatan justru belum terjangkau.
Harapan agar program ini segera merata disampaikan langsung oleh para siswa dari SMA Negeri Biudukfoho dan SDK Biudukfoho saat ditemui media, Sabtu (18/7/2026). Bagi mereka, program MBG bukan sekadar fasilitas makan cuma-cuma, melainkan bentuk perhatian nyata negara yang dapat meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus meningkatkan fokus belajar.
Yohana Nofianti Seo, siswi SMA Negeri Biudukfoho, mengaku hampir setiap hari harus membawa uang jajan yang disiapkan orang tuanya. Menurut Yohana, jika program MBG diterapkan di sekolah mereka, alokasi uang jajan tersebut dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga lain yang lebih mendesak.
”Harapan kami, kami juga bisa mendapatkan MBG. Setiap hari kami ke sekolah membawa uang jajan sendiri dari rumah. Kalau nanti sudah ada MBG, uang jajan kami bisa dikurangi karena sudah disiapkan makanan bergizi di sekolah. Program ini pasti sangat berguna bagi kami,” ujar Yohana.
Ia juga menyoroti pentingnya aspek keadilan dalam pemerataan program pemerintah pusat ini agar tidak terjadi ketimpangan antarwilayah.
”Kami merasa kurang adil kalau sekolah-sekolah lain di Malaka sudah mendapat MBG, sementara sekolah kami belum. Ini program pemerintah pusat, jadi seharusnya semua sekolah mendapat kesempatan yang sama. Jangan hanya sekolah-sekolah yang berada di kota saja,” tambahnya.
Keluhan dan harapan senada juga datang dari anak-anak di SDK Biudukfoho yang lokasinya berada tidak jauh dari SMA Negeri Biudukfoho.
Cleo Delova Makleat, siswi kelas VI SDK Biudukfoho, mengaku kerap mendengar cerita mengenai keseruan sekolah lain yang sudah mendapatkan pembagian makan siang bergizi gratis dari pemerintah.
”Selama ini kami belum dapat program MBG. Kami sangat ingin supaya program ini juga sampai ke sekolah kami. Kami lihat sekolah lain sudah dapat, jadi kami juga berharap bisa sama seperti mereka,” ungkap Cleo penuh harap.
Masyarakat dan para pelajar di Kecamatan Rinhat kini berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat mempercepat verifikasi data dan distribusi program MBG ke wilayah pelosok. Langkah ini dinilai penting agar seluruh peserta didik dapat merasakan asas manfaat dan keadilan sosial secara merata.***
Sumber: Pos Kupang


