PMI dan BPBD Belu Perkuat Sinergi Tangani KLB Rabies di Perbatasan

PMI kabupaten Belu Kolaborasi Dengan BPBD Guna mengakselerasi penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies.

ATAMBUA, Mediatihar.Com – Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Belu memperkuat kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu guna mengakselerasi penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies. Langkah strategis ini dibahas dalam rapat koordinasi dan monitoring program di Kantor PMI Belu, Rabu (29/4).

​Pertemuan ini merupakan tindak lanjut mandat PMI Provinsi NTT untuk memantau respons KLB Rabies yang berlangsung selama tiga hari, 28–30 April 2026. Diskusi ini turut melibatkan mitra internasional dari Palang Merah Amerika (American Red Cross), perwakilan PMI Pusat, serta PMI Provinsi NTT.

Foto: rapat koordinasi dan monitoring program di Kantor PMI Belu.

​Sekretaris PMI Kabupaten Belu, Jantje Taek, SE., MM., menegaskan bahwa rabies adalah ancaman bencana non-alam yang sangat serius. Mengingat tingkat fatalitasnya mencapai 100 persen bagi penderita bergejala, keterlibatan BPBD dinilai sangat krusial.

​”Kami mengedepankan pendekatan One Health untuk mengintegrasikan sektor kesehatan manusia dan hewan. Kehadiran BPBD sangat penting untuk mendiskusikan langkah praktis penanganan di lapangan,” ujar Jantje.

​Dalam pertemuan tersebut, dirumuskan lima poin utama peran BPBD dalam mempercepat penanggulangan rabies di wilayah perbatasan RI-RDTL:

Aktivasi Posko Darurat: Menetapkan status keadaan (Siaga atau Tanggap Darurat) berdasarkan eskalasi kasus.

Koordinasi Lintas Sektor: Menjadi simpul penggerak komunikasi antar-instansi terkait.

Manajemen Logistik: Pemetaan wilayah terdampak, dukungan anggaran, hingga penyediaan alat medis dan Alat Pelindung Diri (APD).

Mitigasi Masyarakat: Edukasi intensif guna memutus rantai penularan.

Evaluasi KLB: Pelaporan berkala sebagai dasar pengambilan kebijakan selanjutnya.

​Sinergi ini diharapkan mampu menekan angka kasus rabies secara signifikan di Kabupaten Belu melalui manajemen kedaruratan yang terpadu.

​Turut hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan, Pemerintah Kecamatan Tasifeto Barat (Tasbar), serta sejumlah relawan PMI.