Wadanyon A Pelopor Satbrimob Polda NTT AKP Raimundo De Jesus, S.H., melaksanakan kunjungan resmi ke sejumlah markas TNI di Kabupaten Belu.
BELU,MEDIATIHAR.COM– Dalam rangka memperkuat tali silaturahmi dan solidaritas antaraparat keamanan di wilayah perbatasan RI-RDTL, Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) A Pelopor Satbrimob Polda NTT, AKP Raimundo De Jesus, S.H., melaksanakan kunjungan resmi ke sejumlah markas TNI di Kabupaten Belu, Senin (27/4/2026).
Kunjungan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA tersebut menyasar dua satuan tempur TNI Angkatan Darat, yakni Markas Kompi Kavaleri Komodo Kesatria Anuraga (Kikav KKA) dan Markas Komando Yonif 744/Syb.
Lokasi pertama yang disambangi adalah Mako Kikav KKA yang terletak di Desa Derokfaturene, Kecamatan Tasifeto Barat. Kedatangan rombongan Wadanyon A Pelopor disambut hangat oleh Wadanki Kikav Lettu Jefri Kristian Tambunan.
Mengingat Danki Kikav tengah melaksanakan pendidikan militer di luar daerah, pertemuan berlangsung santai namun khidmat di ruang transit. Turut mendampingi dalam rombongan Brimob antara lain Pasi Prov Yon A Pelopor Iptu Fransisco Carvalho, Pasi Yanma Iptu António Valadares, serta sejumlah perwira staf lainnya.
Usai dari Kikav KKA, AKP Raimundo melanjutkan agenda silaturahmi ke Mako Batalyon Infanteri 744/Syb di Dusun Tobir, Desa Wedomu. Di sana, ia diterima oleh Kakorum Yonif 744/Syb Kapten Inf. Armi Nurhady Priyanto, mewakili Danyonif yang saat ini tengah menjalankan tugas negara di Papua.

AKP Raimundo De Jesus menyampaikan bahwa kunjungan ini bukan sekadar agenda formalitas, melainkan wujud nyata dari upaya membangun keharmonisan personal antar-pimpinan satuan di wilayah perbatasan.
”Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas dan sinergitas TNI-Polri, khususnya Brimob, dalam menjaga keamanan di wilayah Kabupaten Belu dan perbatasan RI-Timor Leste agar tetap aman dan kondusif,” ujar Wadanyon A Pelopor dalam keterangannya.

Ia menambahkan bahwa hubungan sosial yang baik di tingkat pimpinan akan berdampak positif pada kerja sama personel di lapangan. Dengan sinergi yang solid, diharapkan segala potensi gangguan keamanan di wilayah perbatasan dapat diantisipasi secara bersama-sama melalui koordinasi yang harmonis.
Kegiatan silaturahmi tersebut berakhir pada pukul 11.30 WITA dengan situasi yang aman dan tertib, menandai komitmen kuat kedua institusi tersebut untuk terus menjaga kedaulatan dan keamanan di beranda depan Indonesia.











