Lepas 186 Mahasiswa KKN, Wabup Belu Tantang Anak Muda Bawa Perubahan di Desa Perbatasan

Ket: wakil Bupati Belu, vicente Hornai gonsalves ST melepas 186 mahasiswa KKN yang tersebar di lima kecamatan di kabupaten Belu.(foto:MT).

ATAMBUA,MEDIATIHAR COM – Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, secara resmi melepas 186 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kupang untuk melaksanakan pengabdian di Kabupaten Belu. Acara pelepasan berlangsung di Gedung Wanita Betelalenok, Atambua, Senin (3/8/2026).

​Ratusan mahasiswa tersebut dijadwalkan melaksanakan program pengabdian masyarakat selama lima minggu, terhitung mulai 3 Agustus hingga 5 September 2026. Mereka akan tersebar di lima wilayah, yakni Kecamatan Tasifeto Timur, Tasifeto Barat, Lamaknen, Raihat, dan Kakuluk Mesak.

​Dalam sambutannya, Wakil Bupati Vicente Hornai Gonsalves menyampaikan apresiasi kepada pihak Universitas Muhammadiyah Kupang yang konsisten menjalin kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu melalui program akademis berbasis pengabdian.

​Vicente mengungkapkan, Kabupaten Belu saat ini masih menghadapi tantangan pembangunan yang cukup besar, terutama dalam menekan angka kemiskinan ekstrem, stunting, dan gizi buruk. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi kunci utama.

​”Kehadiran adik-adik mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan di desa. Pemkab Belu siap mendukung setiap program yang memberikan dampak nyata bagi warga,” ujar Vicente.

​Ia juga mendorong para mahasiswa untuk berinovasi dan berkolaborasi dalam program pemberdayaan ekonomi, khususnya pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang menjadi mata pencaharian utama mayoritas penduduk Belu.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Belu, Theodorus Manehitu Djuang, mengingatkan para mahasiswa untuk memanfaatkan momentum ini guna memahami karakteristik wilayah Belu yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

​“KKN ini adalah ruang untuk berkolaborasi dan bersinergi, baik secara budaya maupun sosial. Mahasiswa akan mendapatkan banyak pelajaran berharga yang bersentuhan langsung dengan dinamika masyarakat perbatasan,” kata Theodorus.

​Sementara itu, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Universitas Muhammadiyah Kupang, Idris M. Ali, menyampaikan terima kasih atas penerimaan dan dukungan penuh dari Pemkab Belu.

​“Kami berharap kehadiran para mahasiswa ini dapat memberikan kontribusi positif dan dampak nyata bagi kemajuan desa-desa yang menjadi lokasi KKN,” tutur Idris.

​Acara pelepasan ini turut dihadiri oleh jajaran anggota DPRD Kabupaten Belu, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kupang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *