
ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM – Satgas Citarum BAIS Tim 20 Delumil bergandengan tangan dengan Forum Pemuda Penjaga Perbatasan RI-RDTL Laskar Tulakadi 88 menggelar aksi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Aksi sosial ini diwujudkan melalui pemasangan banner imbauan di area Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Dusun Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT.

Langkah ini diambil untuk mendorong terciptanya kawasan perbatasan yang hijau, sehat, dan berkelanjutan. Pemasangan imbauan tertulis tersebut menyasar masyarakat lokal maupun pelintas batas agar tidak lagi menggunakan metode pembakaran saat membuka atau membersihkan lahan pertanian.
”Wujudkan Perbatasan Hijau: Jaga Hutan, Kelola Lahan Tanpa Bakar, Lindungi Keanekaragaman Hayati, dan Wariskan Lingkungan yang Lestari,” bunyi pesan utama pada banner yang dipasang di kawasan perbatasan tersebut.
Kabupaten Belu memiliki kawasan hutan yang krusial bagi keseimbangan ekosistem, menjaga ketersediaan air, kesuburan tanah, serta perlindungan keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, edukasi mengenai bahaya karhutla dinilai sangat mendesak demi mencegah pencemaran udara dan kerusakan ekosistem yang meluas.
Aksi ini turut mendapat dukungan penuh dari organisasi kemahasiswaan, seperti Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Atambua. PMKRI menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan harus berjalan selaras dengan prinsip kelestarian lingkungan demi hak generasi mendatang.
Selain melakukan tindakan preventif di lapangan, Forum Pemuda Penjaga Perbatasan Laskar Tulakadi 88 bersama Satgas BAIS Citarum mengajak Pemerintah Daerah Kabupaten Belu untuk memperketat pengawasan. Pemerintah juga didorong untuk memperkuat edukasi lingkungan dengan melibatkan generasi muda secara aktif.
Perbatasan negara yang kuat dinilai tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik, tetapi juga dari lingkungan hidupnya yang sehat dan lestari. Menjaga hutan Belu saat ini merupakan langkah nyata dalam melindungi sumber kehidupan sekaligus bentuk kecintaan terhadap Tanah Air dari garis depan perbatasan.








