
BELU,MEDIATIHAR.COM – Pemerintah Kabupaten Belu bersama Polres Belu melepas keberangkatan armada bantuan logistik kloter kedua untuk korban bencana di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pelepasan satu unit truk pembawa bantuan berupa sembako, beras,Selimut, Pakaian dan pembalut serta logistik lainnya tersebut berlangsung di halaman Mapolres Belu, Rabu (26/8/2026).

Acara pelepasan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonsalves, S.T., Kapolres Belu AKBP I Gede Putra Astawa, S.I.K., serta kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu.
Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonsalves menjelaskan bahwa pengiriman kloter kedua ini merupakan tahap terakhir dari aksi kolaborasi resmi Pemkab Belu dan Polres Belu. Meski demikian, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk terus menerima donasi dari warga yang ingin membantu.
”Ini merupakan pengiriman kloter terakhir hasil kolaborasi Pemda dan Polres Belu. Namun, masyarakat yang ingin menyumbang tetap bisa menyalurkannya langsung melalui kantor BPBD Kabupaten Belu,” ujar Vicente.

Kapolres Belu AKBP I Gede Putra Astawa menambahkan, logistik yang disalurkan merupakan akumulasi dari penggalangan donasi oleh seluruh jajaran Polsek di Kabupaten Belu serta partisipasi aktif masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Belu, drg. Ansilla Maria Eka Mutty, menyampaikan bahwa bantuan kloter pertama yang dikirim sebelumnya telah tiba di Flores dan diterima oleh BPBD Provinsi NTT untuk didistribusikan ke titik pengungsian, termasuk Kabupaten Ende.
Ansilla menegaskan seluruh mekanisme penyaluran logistik menerapkan prosedur satu pintu melalui BPBD Provinsi NTT di Kupang agar pendistribusian di lapangan terarah dan tepat sasaran.
”Barang bantuan dari masyarakat dan Polsek-Polsek dijadikan satu atas nama Pemda Belu, dengan pengawalan Polres Belu menuju posko pusat di Kupang yang dikoordinir BPBD Provinsi,” terangnya.
Meskipun pengiriman massal resmi dihentikan pada kloter kedua ini, posko di Kantor BPBD Belu tetap terbuka menerima bantuan warga secara mandiri tanpa seremonial pelepasan.
Namun, pihak BPBD mengeluarkan imbauan terkait jenis bantuan yang diprioritaskan. BPBD Belu untuk sementara waktu menolak bantuan berupa pakaian bekas atau pakaian layak pakai.
”Untuk sementara kami belum menerima pakaian layak pakai atau pakaian bekas. Bantuan yang diutamakan saat ini adalah air mineral, beras, kebutuhan bayi, pembalut, selimut, terpal, obat-obatan, serta makanan siap saji seperti mi instan dan abon,” tegas Ansilla.
Masyarakat yang hendak menyalurkan donasi prioritas tersebut dapat langsung menyambangi Kantor BPBD Kabupaten Belu untuk selanjutnya diatur jadwal pengirimannya menuju Kupang.


