ATAMBUA,Mediatihar.Com – Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, memberikan peringatan keras kepada seluruh kepala sekolah di Kabupaten Belu terkait keterlambatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Wabup menegaskan akan mencopot kepala sekolah yang tidak merampungkan laporan hingga batas waktu yang ditentukan.
Ketegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama jajaran pendidikan di Gedung Wanita Betelalenok Atambua, Selasa (20/01/2026). Vicente menetapkan hari Senin mendatang sebagai batas akhir finalisasi dokumen.
”LPJ batas Senin. Kalau tidak diselesaikan, kepala sekolah akan dicopot. Ini bukan ancaman, tapi penegakan disiplin,” ujar Vicente dalam arahannya.
Menurut Vicente, langkah tegas ini diambil karena rapor merah pelaporan keuangan sekolah menjadi pemicu utama terhambatnya laporan keuangan daerah secara keseluruhan. Pada tahun 2024, keterlambatan serupa telah memberikan dampak serius bagi penilaian kinerja Pemerintah Kabupaten Belu.
Ia merincikan bahwa keterlambatan ini berisiko memangkas perolehan Dana Insentif Daerah (DID) dari pemerintah pusat.
”Tujuan kita adalah mempercepat penyelesaian karena ini berdampak langsung pada penilaian kinerja daerah. Ini bukan hanya urusan sekolah, tapi menyangkut kesehatan APBD kita,” jelasnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan, progres pelaporan tahun 2025 masih menunjukkan tren yang mengkhawatirkan:
SMP Negeri: 30 sekolah sudah melapor, 12 sekolah belum.
SD dan PAUD: Seluruhnya dilaporkan belum menyampaikan LPJ.
Secara teknis, laporan yang harus segera tuntas meliputi LPJ Dana BOS Tahap II dan Rekonsiliasi Aset Sekolah. Meski tenggat disiplin ditekankan pada hari Senin, batas administratif yang wajib dipenuhi adalah 23 Januari 2026.
Selain Dana BOS, Vicente mengingatkan bahwa ketertiban administrasi ini juga memengaruhi pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG), termasuk pembayaran THR dan Gaji ke-13.
Menutup arahannya, Wabup menginstruksikan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) dan Kepala Dinas Pendidikan untuk melakukan pengawasan ketat dan tidak segan menjatuhkan sanksi bagi pihak yang lalai.
”Evaluasi dilakukan setiap semester. Saya harap hari Senin semuanya sudah beres. Jika tidak, mohon maaf, kita akan tindak tegas sesuai aturan,” pungkasnya.














