Tarian Caci, IKMR Bikin Meriah Karnaval Kemerdekaan di Belu

BERITA, DAERAH, SOSBUD22 Views
Ket :Ikatan Keluarga Manggarai Raya (IKMR) Kabupaten Belu Menunjukan Atraksi dalam rangka memperingati HUT ke-81RI (foto:MT).

ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM – Atraksi Tarian Caci menjadi salah satu pertunjukan yang menyedot perhatian warga dalam Karnaval Kebangsaan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Belu, Kamis (13/8/2026).

​Nuansa khas Manggarai ini dibawakan langsung oleh rombongan Ikatan Keluarga Manggarai Raya (IKMR) Kabupaten Belu. Selain memamerkan aksi Caci, peserta parade juga mengenakan pakaian adat lengkap sebagai simbol identitas dan persatuan masyarakat Manggarai di tanah perantauan.

​Pantauan Media, rombongan IKMR tampil anggun dan tangkas. Peserta perempuan mengenakan kain songke, kebaya, dan hiasan kepala bali belo. Sementara peserta laki-laki mengenakan kain songke serta perlengkapan adat, lengkap dengan atribut Caci seperti nggiling (perisai), larik (cambuk), dan pengiring musik gong.

​Di panggung utama, Bupati Belu, Willybrodus Lay, turut ambil bagian dalam atraksi. Ia memperagakan cambukan larik yang disambut dengan tangkasan perisai oleh pemain Caci. Momen saling berbalas gerakan agile tersebut disambut riuh penonton.

​Tokoh IKMR Kabupaten Belu, Blasius Janggur, menjelaskan bahwa kehadiran Tarian Caci dalam karnaval ini sengaja diusung untuk menegaskan keutuhan budaya Manggarai, meski secara administratif kini terbagi menjadi tiga kabupaten (Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur).

​”Caci memiliki arti ca (satu) dan ci (uji). Ini pertunjukan satu lawan satu yang menguji ketangkasan, kejantanan, seni menari, hingga kelincahan bernyanyi,” ujar Blasius.

​Selain Caci, rombongan juga membawakan Sae atau nyanyian tradisional Manggarai berjudul Pati Lingko. Lagu ini menyiratkan pesan mendalam bahwa meski terpisah batas wilayah pemerintahan, akar budaya masyarakat Manggarai tetaplah satu.

​Bagi warga perantauan di wilayah perbatasan RI-RDTL (Timor Leste), keikutsertaan dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI ini menjadi ajang penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus melestarikannya kepada generasi muda.

​”Kami ingin menunjukkan bahwa di wilayah perbatasan, orang Manggarai itu ada dan budayanya tetap hidup. Harapannya generasi muda tidak hanya melihat ini sebagai tontonan, tetapi memahami nilai keberanian, persaudaraan, dan persatuan di dalamnya,” pungkas Blasius.***