tancap Gas! Program MBG Belu: 12.000 Penerima Terserap Lewat 6 Dapur Kolektif

BELU, Mediatihar.Com – Pemerintah Kabupaten Belu mempercepat langkah pengentasan kemiskinan melalui validasi data bantuan sosial yang ketat. Fokus utama saat ini tertuju pada penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah mulai menyentuh belasan ribu penerima manfaat di wilayah perbatasan tersebut.

​Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) lintas Perangkat Daerah di Ruang Kerja Bupati, Jumat (13/02/2026), Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, menegaskan bahwa akurasi data lapangan adalah harga mati agar program strategis nasional ini tidak salah sasaran.

​Bupati mengungkapkan bahwa implementasi MBG di Kabupaten Belu menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, sebanyak 6 dapur kolektif telah beroperasi secara aktif untuk melayani masyarakat.

​Berdasarkan data terbaru, program MBG telah menjangkau 12.000 penerima manfaat dengan rincian sebagai berikut:
​Siswa SD: 5.311 orang
​Siswa SMP: 2.215 orang
​Anak TK: 373 orang.
​Sisanya merupakan kategori penerima manfaat tambahan sesuai basis data kemiskinan.

​”Bantuan harus diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Data harus riil, akurat, dan transparan. Tidak boleh ada penerima yang tidak layak mendapatkan bantuan ini,” tegas Bupati Willybrodus di hadapan Wakil Bupati Vicente Hornay Gonsalves dan Pj. Sekda Belu, Elly CH. Rambitan.

​Meski menunjukkan angka yang baik, Pemerintah Kabupaten Belu tidak ingin berpuas diri. Saat ini, tim teknis tengah melakukan monitoring intensif terhadap sekolah-sekolah yang belum terjangkau.
Pendataan kini mulai disisir hingga ke tingkat desa dan kecamatan untuk memastikan pemerataan nutrisi bagi pelajar.

​Guna mempercepat proses ini, Bupati menginstruksikan para Camat dan Kepala Perangkat Daerah untuk bekerja ekstra, bahkan jika harus turun ke lapangan pada hari libur.
​”Komitmen kita jelas: kerja nyata dan data yang valid. Kesejahteraan masyarakat Belu adalah prioritas utama yang tidak bisa ditunda,” pungkas Willybrodus.

​Selain fokus pada nutrisi pelajar, rakor tersebut juga membahas pemetaan kondisi koperasi dan kebutuhan ekonomi riil masyarakat sebagai langkah simultan dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Belu.