Simbol Toleransi, Bupati Belu Lepas Festival Pawai Obor Perdamaian GMIT 2026

BERITA, DAERAH, RELIGI582 Views

Festival Pawai Obor Perdamaian 2026 yang diselenggarakan oleh Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) di Gereja Anugrah Atambua.

​ATAMBUA,Mediatihar.Com– Semangat toleransi dan persaudaraan antarumat beragama terpancar kuat di perbatasan RI-RDTL. Bupati Belu,Wilybrodus Lay,SH secara resmi melepas keberangkatan Festival Pawai Obor Perdamaian 2026 yang diselenggarakan oleh Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) di Gereja Anugrah Atambua, Sabtu (28/3/2026).

​Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini menjadi rangkaian penting dalam menyongsong perayaan Paskah 2026. Obor perdamaian ini dijadwalkan menempuh perjalanan panjang, dimulai dari titik start di Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, dan akan berakhir di Titik Nol Kabupaten Rote Ndao.

​Dalam sambutannya, Bupati Belu mengapresiasi inisiatif GMIT dalam menyelenggarakan kegiatan yang sarat akan nilai kemanusiaan ini. Ia berharap ajang ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi agenda tahunan yang rutin dilaksanakan.

​”Pemerintah daerah berharap kegiatan ini menjadi agenda rutin ke depan. Ini adalah cerminan nyata dari semangat toleransi dan nilai-nilai keagamaan kita, sekaligus memperkuat persaudaraan di wilayah perbatasan dalam momentum Paskah 2026,” ujar Bupati Willybrodus Lay di hadapan para tokoh agama dan jemaat yang hadir.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua Klasis GMIT Belu, Pdt. Para Mengi Uly, M.Th, menegaskan bahwa pawai ini merupakan simbol perdamaian dan semangat kekeluargaan yang menjadi jati diri masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).

​”Pawai ini adalah cerminan semangat toleransi yang sangat kuat di NTT. Kami ingin membawa pesan damai dari batas negeri hingga ke ujung selatan Indonesia,” jelasnya.

​Turut hadir dalam prosesi pelepasan tersebut antara lain Pendeta Gereja Anugrah Atambua Pdt. Erens Blegur, jajaran pendeta dan majelis GMIT se-Kabupaten Belu, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Belu.

​Pantauan di lapangan, setelah dilepas secara resmi, iring-iringan pawai obor sempat diarak mengelilingi Kota Atambua pada pukul 11.30 WITA dengan pengawalan ketat dari Satlantas Polres Belu. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

​Sebagai informasi tambahan, gema Paskah di wilayah Belu akan terus berlanjut. Pada 10 April 2026 mendatang, direncanakan akan digelar Pawai Paskah besar-besaran yang melibatkan kolaborasi lintas denominasi, mulai dari 10 Gereja GMIT, GBI, hingga Orang Muda Katolik (OMK) dari berbagai paroki di Atambua dan sekitarnya.

​Hingga berita ini diturunkan, situasi kegiatan Festival Pawai Obor Perdamaian di wilayah hukum Belu terpantau aman, tertib, dan lancar.