Satgas Yonarmed 12 Gagalkan Penyelundupan 41 Krat Minuman Ilegal Diamankan di kawasan pesisir Pantai Joni, Dusun Motaain.
BELU, NTT,Mediatihar.Com – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang ilegal di kawasan pesisir Pantai Joni, Dusun Motaain, Desa Silawan, Kabupaten Belu, Kamis (26/3/2026) malam.
Meski dalam suasana Hari Raya Idulfitri, kesiapsiagaan personel Pos Motaain Kompi 1 yang bersinergi dengan Tim Satgas Intelijen berhasil mengamankan sedikitnya 41 krat minuman ringan jenis Coca-Cola yang hendak dikirim secara ilegal ke negara tetangga.
Operasi ini bermula dari informasi intelijen mengenai aktivitas mencurigakan di jalur pantai yang kerap dijadikan jalur tikus penyelundupan. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel gabungan segera melakukan pengintaian di lokasi.
Di bibir pantai, petugas mendapati sekelompok orang tengah memindahkan barang yang diduga kuat akan diangkut menggunakan perahu melalui jalur laut. Namun, saat petugas mendekat untuk melakukan penindakan, para pelaku langsung melarikan diri ke kegelapan dan meninggalkan barang bukti di lokasi.
”Dari hasil penyisiran, kami menemukan 41 krat minuman yang ditinggalkan pelaku. Seluruh barang bukti kini telah diserahkan ke pihak Bea Cukai Atambua untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar perwakilan Satgas di lapangan.
Dansatgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur, Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko, S.H., M.Han., menegaskan bahwa momentum hari raya tidak menyurutkan pengawasan di titik-titik rawan. Menurutnya, wilayah pesisir menjadi perhatian khusus karena sering dimanfaatkan pelaku untuk menghindari pos pemeriksaan darat.
”Kami tetap siaga penuh. Pengawasan di jalur-jalur tikus, terutama wilayah pesisir, akan terus kami perketat melalui sinergi dengan aparat terkait. Hal ini demi mencegah aktivitas ilegal dan menjaga stabilitas keamanan di perbatasan RI–RDTL,” tegas Letkol Arm Erlan.
Hingga saat ini, petugas masih melakukan pendalaman terkait identitas para pelaku yang melarikan diri, sementara patroli di sepanjang garis pantai Kabupaten Belu kian diintensifkan.
