Rekor MURI Tercipta di Timor: Ziarah Lintas Alam Cammino Santa Maria Dihadiri Ribuan Umat

Ket: Ziarah Alam Cammino Santa Maria Ekafalo–Lurasik dihadiri Ribuan umat yang Bejalan sepanjang 27 kilometer (foto:MT).

TTU,MEDIATIHAR.COM – Ribuan peziarah memadati rute perjalanan Cammino Santa Maria Ekafalo–Lurasik pada Kamis, 3 September 2026. Kegiatan ziarah lintas alam sepanjang 27 kilometer ini membentang dari Kapela Bunda Kristus Ekafalo, Kecamatan Insana, hingga Gereja Santa Maria Goretti Paroki St. Petrus dan Paulus Lurasik, Kabupaten Timor Tengah Utara.

​Acara ini secara resmi dilepas oleh Bupati Timor Tengah Utara, Falentinus Dellasale Kebo, bersama Bupati Belu, Willybrodus Lay, dari titik awal di Kapela Ekafalo.

​Ketua Panitia Cammino Santa Maria Ekafalo–Lurasik, Marselinus Manek, mencatat total partisipasi umat mencapai 2.148 orang.

​”Sebanyak 1.108 peziarah di antaranya menempuh rute penuh dengan berjalan kaki,” ujar Marselinus di sela-sela kegiatan.

​Peserta ziarah terdiri dari umat Paroki Lurasik, umat Kapela Ekafalo, rombongan Himpunan Bersatu Teguh (HBT), rombongan Paroki Katedral Atambua, hingga jajaran pemerintah daerah termasuk rombongan Bupati Belu dan Wakil Gubernur Papua Tengah.

​Sepanjang rute 27 KM yang terbagi dalam tujuh pos persinggahan, para peziarah berjalan dalam kelompok sembari berdoa dan bernyanyi. Tidak hanya berdimensi spiritual, ziarah ini juga membawa misi kelestarian lingkungan. Setiap peserta dibekali kantong plastik untuk memungut sampah di sepanjang jalan yang dilalui.

​Inisiator sekaligus penanggung jawab kegiatan dari HBT, Andreas Sofiandi, menjelaskan bahwa ziarah ini dirancang sebagai prosesi iman yang merespons isu bencana ekologis.

​”Ini merupakan Cammino pertama yang kita selenggarakan di Indonesia Timur dengan rute sepanjang 27 KM dan jumlah peserta terbanyak. Kami ingin mengajak umat mencintai dan merawat alam secara nyata,” kata Andreas saat ditemui di tengah rute ziarah.

​Rangkaian ziarah diakhiri dengan perayaan Misa Kudus yang dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr.

​Atas keberhasilan penyelenggaraan ziarah lintas alam berbasis peduli lingkungan dengan skala besar ini, Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) menyerahkan piagam penghargaan resmi yang diterima langsung oleh Mgr. Dominikus Saku usai Misa penutupan.

​Atas capaian tersebut, pihak panitia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat.

​”Atas nama panitia, para pastor, dan seluruh umat Paroki St. Petrus dan Paulus Lurasik, kami menyampaikan terima kasih berlimpah kepada Bapak Andreas dan tim HBT yang telah menaruh perhatian besar kepada umat di sini,” tutup Marselinus.***