Kalapas Atambua Antonio Luis Pui Ximenes Da Costa Pimpin Panen Kacang Hasil Karya Warga Binaan
ATAMBUA, Mediatihar.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua menyelenggarakan syukuran dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dipusatkan di Aula Lapas Atambua, Senin (27/04/2026).
Menariknya, usai rangkaian acara seremonial, Kepala Lapas (Kalapas) Atambua, Antonio Luis Pui Ximenes Da Costa, memimpin langsung aksi panen kacang di lahan perkebunan milik Lapas. Kegiatan ini menjadi simbol keberhasilan program pembinaan kemandirian bagi para warga binaan.

Kalapas Atambua, Antonio Luis Pui Ximenes Da Costa, menjelaskan bahwa hasil panen ini merupakan buah kolaborasi antara petugas Lapas dan warga binaan. Menurutnya, pemanfaatan lahan ini merupakan langkah konkret dalam mendukung 15 Program Akselerasi Pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan.
”Hari ini kita memanen hasil karya warga binaan. Ini adalah bentuk dukungan nyata kami terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, yang kemudian dijabarkan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas),” ujar Antonio di sela-sela kegiatan panen.
Selain kacang-kacangan, Antonio menambahkan bahwa pihak Lapas juga membudidayakan berbagai komoditas lain seperti jagung, padi, hingga pisang. Ia menegaskan bahwa fokus Lapas saat ini bukan hanya pada proses penanaman, melainkan juga pada manajemen pemasaran hasil produksi.
Terkait distribusi hasil panen, Antonio mengungkapkan bahwa keuntungan yang diperoleh akan dikelola untuk kepentingan internal Lapas serta misi sosial. Sejalan dengan instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas), sebagian hasil penjualan akan didonasikan untuk membantu korban bencana alam.
”Hasil penjualan ini nantinya akan kami salurkan untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah bencana alam. Jadi, pembinaan di sini memiliki nilai sosial yang luas,” imbuhnya.
Sebagai pejabat yang baru dilantik kurang dari dua minggu, Antonio berkomitmen untuk terus meningkatkan standar operasional dan integritas petugas di lingkungan Lapas Atambua. Ia menjamin bahwa seluruh proses pembinaan—mulai dari penerimaan tahanan hingga putusan hakim—dilakukan secara profesional, tanpa diskriminasi maupun kekerasan.
Menutup keterangannya, Antonio menekankan bahwa peringatan HBP tahun ini dirancang untuk menyentuh aspek sosial kemasyarakatan secara langsung.
”Pemasyarakatan harus lebih tanggap terhadap kehidupan masyarakat. Selain panen raya, rangkaian HBP ke-62 ini juga diisi dengan aksi donor darah, pemberian bantuan sosial berupa gerobak usaha, serta pembagian bahan pokok bagi warga yang membutuhkan,” pungkasnya.













