Belu,Mediatihar.com – Perdana Menteri Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Xanana Gusmão, melakukan kunjungan bersejarah ke Patung Bunda Maria Gurita di Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, pada Senin (1/12/2025).
Kunjungan di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste ini tidak hanya sebagai silaturahmi, tetapi juga menjadi momen spiritual yang disinyalir mempererat hubungan bilateral kedua negara.
Momen Doa di Puncak Bukit Gurita
PM Xanana Gusmão dan rombongan tiba di lokasi usai santap siang bersama di Vila Berluli, Atapupu. Mereka didampingi langsung oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay, beserta Ketua Tim Penggerak PKK Belu, Ny. Vivi Ng Lay.
Inti dari kunjungan ini adalah momen hening yang penuh makna. PM Xanana bersama Bupati Willy Lay, Vivi Lay, dan rombongan, berdiri tepat di titik tengah Patung Bunda Maria dan melaksanakan doa bersama.
Selanjutnya, PM Xanana diajak berkeliling area Patung Bunda Maria Segala Bangsa (PBM). Di kesempatan ini, Ketua TP PKK Vivi Lay menjelaskan detail seputar pembangunan patung yang berdiri megah di puncak bukit Gurita, termasuk makna spiritualnya.
Pesan Persatuan dan Kasih di Perbatasan
Dalam pernyataannya, PM Xanana Gusmão menegaskan bahwa momen hikmah ini harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Timor Leste, terutama di kawasan perbatasan.
Pemimpin karismatik RDTL ini menekankan pentingnya landasan spiritual dalam menjalin hubungan antarnegara.
”Kalau kita ikuti ajaran agama kita itu, kasih cinta itu tidak ada masalah problem, konflik, supaya kita di hari-hari mendatang membangun kerja sama yang baik,” ujar Xanana.
Pihaknya berharap agar jalinan kerja sama yang telah terjalin baik antara kedua negara dapat terus ditingkatkan demi kesejahteraan bersama rakyat dua negara di masa depan.
Usai merampungkan kunjungan silaturahmi yang sarat pesan damai ini, rombongan Perdana Menteri Xanana Gusmão langsung bertolak kembali menuju Timor Leste.***









