Luar Biasa! Sekolah di Perbatasan Belu Juara 1 AIA Healthiest Schools 2026 di Bangkok

Prestasi membanggakan diukir oleh dunia pendidikan Indonesia di kancah internasional. SMP IL Kapten Fatubaa, Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: Ist

BANGKOK,MEDIATIHAR.COM – Prestasi membanggakan diukir oleh dunia pendidikan Indonesia di kancah internasional. Sekolah Menengah Pertama (SMP) IL Kapten Fatubaa yang terletak di Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil keluar sebagai Juara Utama dalam ajang regional bergengsi AIA Healthiest Schools Competition 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand, Kamis (9/7/2026).

​Atas kemenangan tersebut, sekolah yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste ini berhak membawa pulang hadiah uang tunai senilai USD 40.000 atau sekitar Rp650 juta.

​Kompetisi tahunan ini menantang para pelajar berusia 5–16 tahun di kawasan Asia Pasifik untuk mengubah gagasan kesehatan menjadi aksi nyata. SMP IL Kapten Fatubaa sukses terpilih sebagai Pemenang Regional terbaik setelah menyisihkan hampir 1.000 sekolah dari berbagai negara, sebuah rekor partisipasi tertinggi sepanjang sejarah kompetisi ini berjalan.

​Meskipun berstatus sebagai sekolah terpencil, SMP IL Kapten Fatubaa dinilai sukses mengintegrasikan pendidikan lingkungan, kewirausahaan, dan keterlibatan masyarakat. Mereka melahirkan sebuah gerakan bernama Huka Upcycling Project (HUP)—diambil dari bahasa Tetun Hudi Kakun yang berarti kulit pisang.

​Melalui filosofi “from waste to wonder”, sekolah ini menyulap limbah kulit pisang dari Gerakan Makan Sehat sekolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, seperti Huka Ice Cream (es krim), Huka Compost Fertiliser (kompos), serta Huka Liquid Fertiliser (pupuk cair). Proyek ini merangkul semua mata pelajaran mulai dari sains, keterampilan praktis, hingga Bahasa Indonesia.

​Kini, produk buatan para siswa tersebut telah didistribusikan ke dapur sekolah, NTT Mart, koperasi lokal, hingga dibagikan kepada para petani setempat dan masyarakat lintas batas di Timor Leste. Manfaat inovasi ini tercatat telah dirasakan oleh lebih dari 1.000 orang.

Head Judge sekaligus AIA Group Chief Marketing Officer, Stuart A. Spencer, menyampaikan apresiasi tingginya kepada perwakilan Indonesia ini.

​“Selamat kepada Pemenang Regional kami, SMP IL Kapten Fatubaa dari Indonesia, serta para pemenang pada masing-masing kategori. Kisah inspiratif kalian akan menginspirasi lebih banyak generasi muda di seluruh Asia dalam mewujudkan masa depan yang lebih sehat,” ujar Stuart.

​Apresiasi senada juga datang dari Group Chief Executive and President AIA Group, Lee Yuan Siong. Ia memuji bagaimana program ini mampu mengubah teori kesehatan menjadi praktik konsisten sehari-hari yang berdampak luas bagi komunitas sekolah.

​Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi pihak sekolah. Keterbatasan infrastruktur di wilayah perbatasan sempat menjadi tantangan berat. Demi bisa belajar, para siswa di SMP ini harus berjuang menempuh perjalanan sejauh 12 kilometer melewati jalanan berbatu, hingga bertaruh nyawa menyeberangi sungai selebar 48 meter tanpa fasilitas jembatan. Sekolah ini juga sempat dihadapkan pada rendahnya literasi lingkungan dan krisis air bersih.

​Mendengar pengumuman tersebut, Guru SMP IL Kapten Fatubaa, Antonius Kapitan, mengaku sangat terharu dan tidak menyangka sekolahnya bisa menjadi yang terbaik di Asia Pasifik.

​“Kami para guru terutama para siswa hanya berusaha yang terbaik. Kami berusaha mengubah kulit pisang menjadi produk seperti es krim, pupuk cair, dan pupuk kompos,” kata Antonius.

​Bagi pihak sekolah, hadiah ratusan juta rupiah ini merupakan amanah besar untuk terus mengembangkan inovasi demi masa depan anak didik mereka. Ke depan, SMP IL Kapten Fatubaa menargetkan untuk mengurus sertifikasi BPOM, mematenkan produk, serta menularkan formula sukses ini ke sekolah-sekolah lain di Indonesia.

​“Kami punya tugas melanjutkan projek ini karena tujuan kegiatan ini bukan untuk memenangkan penghargaan, namun untuk para siswa kami, masa depan mereka, dan komunitas di sekitar kami. Kami ingin terus berproduksi dan memberikan manfaat kepada lebih banyak siswa dan komunitas,” pungkas Antonius.

Sumber :iNewsBelu.id