Jadi Calon Tunggal, Agustinus Nahak Berpotensi Kuat Pimpin Golkar Belu secara Aklamasi

BERITA, DAERAH, POLITIK261 Views

Partai Golkar kabupaten Belu menggelar Musda XI di Aula Hotel Timor, Kelurahan Umanem, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu.

ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Belu. Kegiatan bertema “Golkar Solid, Indonesia Maju” ini berlangsung di Aula Hotel Timor, Kelurahan Umanem, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Rabu (24/6/2026) siang.

​Dalam bursa pemilihan, Anggota DPRD Provinsi NTT, Agustinus Nahak, S.Si., resmi mendaftar sebagai calon Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Belu. Hingga upacara pembukaan digelar, Agustinus menjadi satu-satunya kader yang mendaftarkan diri, sehingga berpotensi besar menang secara aklamasi.

​Panitia Pendaftaran Musda XI Golkar Belu, Rofinus Manek, mengonfirmasi bahwa proses registrasi berkas pencalonan Agustinus telah rampung pada pukul 11.00 WITA. Berdasarkan hasil verifikasi, seluruh dokumen dinyatakan lengkap dan sah.

​”Untuk salah satu berkas yang sempat menjadi polemik, yakni surat keterangan domisili di Belu, kini sudah dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat,” ujar Rofinus kepada media.

​Rofinus menambahkan, panitia tidak menerima berkas pendaftaran lain hingga acara pembukaan dimulai. Meski bursa pemilihan hanya diisi oleh calon tunggal, ia menegaskan bahwa seluruh tahapan Musda tetap berjalan sesuai dengan regulasi organisasi.

​”Proses Musda akan tetap dilaksanakan secara formal, mengikuti seluruh ketentuan dan tata tertib yang berlaku di internal Partai Golkar,” tegasnya.

​Agustinus tiba di lokasi Musda XI sekitar pukul 09.00 WITA didampingi sejumlah pimpinan tingkat kecamatan Partai Golkar serta diiringi tarian adat Likurai.

​Musda XI ini dibuka langsung oleh Ketua DPD Partai Golkar Provinsi NTT, Fransiskus Xaverius Alain Niti Susanto, dan dipimpin oleh Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Belu, Yohanes J. Nahak.

​Acara tersebut turut dihadiri jajaran pengurus Golkar tingkat provinsi dan kabupaten, Kepala Bidang Kesbangpol Kabupaten Belu, Ketua Bawaslu Kabupaten Belu, staf KPUD Belu, serta para pimpinan dari 18 partai politik peserta pemilu di Kabupaten Belu.

​Dalam sambutannya, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Belu, Yohanes J. Nahak, mengapresiasi loyalitas seluruh pengurus dari tingkat kecamatan hingga kabupaten yang tetap menjaga soliditas partai. Yohanes menegaskan, Golkar Belu berkomitmen penuh mengawal dan mendukung program pembangunan pemerintah daerah demi kesejahteraan masyarakat.

​”Partai Golkar di wilayah Kabupaten Belu merupakan basis pemenangan bagi Presiden dan Wakil Presiden terpilih, serta Gubernur dan Wakil Gubernur NTT. Ke depan, tantangan politik tentu semakin ketat, namun kami optimistis berada di jalur yang tepat dan tetap solid di bawah koridor partai,” kata Yohanes.

​Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi NTT, Fransiskus Xaverius Alain Niti Susanto, menekankan bahwa Musda XI bukan sekadar momentum pergantian pengurus, melainkan rapat akbar untuk menentukan arah strategis Golkar Belu dalam lima tahun ke depan.

​Fransiskus menginstruksikan seluruh kader menerapkan strategi 3S (Soliditas, Struktur, dan Sentuhan ke Rakyat) guna memenangkan kontestasi politik pada Pemilu 2029 mendatang.

​ tiga poin instruksi utama yang ditekankan Ketua DPD Golkar NTT:

​Target Kemenangan 2029: Golkar wajib mempertahankan kursi di DPRD Belu, menambah perolehan kursi DPR RI Dapil NTT II, serta memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Belu 2029.

​Kriteria Pemimpin Baru: Forum Musda diinstruksikan memilih nakhoda yang memiliki loyalitas tinggi, diterima masyarakat, serta berjiwa juang yang mau turun langsung ke lapangan (blusukan).

​Satu Komando Partai: Pasca-Musda, seluruh kader diminta menghentikan faksi internal. Penguatan struktur hingga tingkat TPS harus berjalan beriringan dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti UMKM binaan partai.

​”Selesai Musda ini tidak ada lagi kubu-kubuan. Yang ada hanya Golkar Belu. Pengurus pusat sudah berpesan: satu komando. Sinergi antara fraksi Golkar di DPRD dengan pemerintah daerah juga harus terus dijaga demi mengawal kesuksesan program pembangunan di Belu,” tegas Fransiskus dalam pidato pembukaannya.

​Acara pembukaan yang sarat konsolidasi internal untuk periode 2025–2030 ini ditutup dengan sesi foto bersama, doa, dan ramah tamah. Seluruh rangkaian kegiatan  berjalan aman, tertib, dan lancar.(Haman/MT).