Anggota DPRD kabupaten Belu, Frans Xaverius saka melakukan reses di dapilnya (Dapil 3).
BELU, Mediatihar.com – Anggota DPRD Kabupaten Belu dari Fraksi Partai Demokrat, Frans Xaverius Saka, melakukan pendekatan berbeda dalam mengisi masa reses persidangan tahun 2026. Legislator yang akrab disapa Apin Saka ini memilih turun langsung memberikan solusi konkret bagi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) III.
Dalam kegiatan reses yang berlangsung di Kecamatan Lasiolat, Minggu (15/03/2026), Apin Saka lebih banyak melakukan aksi lapangan dibandingkan sekadar menggelar dialog formal. Langkah ini diambil guna merespons cepat keluhan warga terkait infrastruktur dan sarana ibadah (Kapela).
Berdasarkan pantauan Mediatihar di lapangan, Apin Saka secara mandiri menginisiasi sejumlah perbaikan infrastruktur di titik-titik vital di kecamatan Lamaknen. Beberapa aksi nyata yang telah dilakukan meliputi:
Penambalan jalan: Menutup ruas jalan berlubang yang selama ini menghambat mobilitas warga.
Pembangunan Tembok Penahan: Membangun dinding penahan jalan guna mencegah kerusakan lebih parah akibat terjangan banjir di musim penghujan.
Bantuan Sosial: Penyaluran paket sembako untuk membantu meringankan beban kebutuhan dasar konstituennya.
Selain infrastruktur jalan, Apin Saka juga merespons cepat aspirasi warga terkait kondisi rumah ibadah( Kapela). Ia menyerahkan bantuan material berupa atap seng, semen, serta perlengkapan pendukung lainnya untuk percepatan pembangunan gereja setempat.
”Saya berharap pembangunan ini segera rampung sesuai target yang direncanakan, sehingga masyarakat bisa kembali menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan khusyuk,” ujar legislator yang kini memasuki periode kedua masa jabatannya tersebut.
Apin menekankan bahwa bagi seorang wakil rakyat, masa reses seharusnya tidak hanya menjadi formalitas administratif atau sekadar ruang diskusi antara rakyat dan pemerintah. Menurutnya, kehadiran anggota dewan harus dibarengi dengan tindakan yang menyentuh langsung persoalan warga.
”Reses bukan hanya menjembatani harapan rakyat dengan kebijakan pemerintah, namun juga momentum untuk hadir memberikan aksi nyata,” tegas Apin.
Langkah konkret yang diambil Apin Saka ini mendapat apresiasi dari warga Lamaknen yang merasa aspirasi mereka tidak hanya didengar, tetapi langsung dieksekusi di lapangan.
