Lapas Atambua menggelar syukuran dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tahun 2026.
ATAMBUA, Mediatihar.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua menggelar syukuran dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Aula Lapas Atambua pada Senin (27/04/2026).
Rangkaian peringatan diawali dengan mengikuti Upacara Puncak HBP ke-62 secara virtual melalui Zoom Meeting bersama tingkat pusat. Acara yang dimulai pukul 10.35 WITA tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Atambua, Antonio Luis Pui Ximenes Da Costa, A.Md.I.P., S.H., jajaran pejabat struktural, serta seluruh staf pegawai.
Dalam wawancara kepada Media, Kalapas Antonio menekankan bahwa momentum HBP ke-62 merupakan titik balik penting untuk mengubah pola pikir (mindset) dan pola tindak dalam pembinaan warga binaan. Ia menggarisbawahi kesiapan instansi dalam mengimplementasikan regulasi terbaru.
”Kami berkomitmen menjunjung tinggi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP yang akan disinergikan dengan pola pembinaan mulai tanggal 5 atau 6 mendatang. Fokus kita adalah pembinaan dan pembimbingan yang memberikan efek positif, bukan sekadar memenjarakan orang,” tegas Antonio.
Sebagai pejabat yang baru dilantik kurang dari dua minggu, Antonio juga berharap dapat meningkatkan standar operasional dan integritas petugas. Ia memastikan proses pembinaan, mulai dari penahanan awal hingga putusan hakim, akan dilakukan secara profesional tanpa diskriminasi maupun kekerasan.
Lebih lanjut, Antonio menjelaskan bahwa peringatan tahun ini tidak hanya bersifat seremonial internal, tetapi juga menyentuh aspek sosial kemasyarakatan.
”Pemasyarakatan kini harus lebih tanggap terhadap kehidupan masyarakat di luar. Dalam rangkaian HBP ini, kami telah melaksanakan berbagai kegiatan seperti donor darah, pemberian bantuan sosial berupa gerobak dan bahan pokok bagi warga yang membutuhkan, serta pemberian penghargaan,” tambahnya.
Kegiatan syukuran ini ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas pengabdian 62 tahun Pemasyarakatan di Indonesia. Melalui momentum ini, Lapas Atambua diharapkan terus memperkuat profesionalisme sebagai garda terdepan pembinaan di wilayah perbatasan RI-RDTL yang lebih modern dan humanis.
