Gandeng PT Pos Indonesia, Pemkab Belu Siap Bawa Tenun Ikat dan UMKM Tembus Pasar Nasional

BERITA, DAERAH, EKONOMI387 Views

Pemkab Belu menandatangani MOU bersama PT pos indonesia (Persero) Cabang Atambua untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendorong produktivitas pelaku UMKM.

ATAMBUA, MEDIATIHAR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Pos Indonesia. Kemitraan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Ruang Kerja Bupati Belu pada Senin (26/8/2024).

​Kolaborasi ini berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendorong produktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kabupaten Belu agar mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat nasional.

foto: penandatanganan MOU pemkab Belu dan PT pos indonesia cabang Atambua

​Pimpinan PT Pos Indonesia (Persero) cabang Belu Eka Prasetyo Yudia, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata sinergitas antara BUMN dan pemerintah daerah. Melalui jaringan logistik luas yang dimiliki PT Pos Indonesia, para pelaku UMKM di Kabupaten Belu kini dapat memanfaatkan jasa distribusi hingga pemasaran produk secara lebih optimal.

​”Kami berkomitmen bersama Pemerintah Kabupaten Belu untuk meningkatkan kinerja UMKM. Tujuannya adalah mendorong UMKM agar lebih produktif dan mampu menjangkau wilayah pelosok melalui kemitraan ini,” ujar Eka saat memberikan sambutan di hadapan jajaran Pemkab Belu.

​Eka menambahkan, guna menyukseskan program ini, PT Pos Indonesia telah menyiapkan program diskon bulanan serta membuka ruang negosiasi tarif khusus yang akan disosialisasikan lebih lanjut kepada para pelaku UMKM setempat. Selain sektor ekonomi, kerja sama ini juga diproyeksikan menyasar program-program pelayanan publik lainnya yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat Belu.

​Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H., menyambut baik langkah sinergis ini. Namun, ia menegaskan bahwa MoU tidak boleh sekadar menjadi seremonial di atas kertas, melainkan harus menghasilkan output yang konkret dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

​Bupati langsung menginstruksikan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait mulai dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Pendidikan, hingga Dinas Pariwisata untuk segera bergerak cepat menyusun langkah teknis bersama PT Pos Indonesia. Salah satu langkah awal yang diusulkan adalah pembuatan media promosi digital seperti flyer interaktif.

​”Banyak sekali peminat dari luar daerah yang menanyakan cara membeli kain tenun ikat khas Belu dengan pewarna alam. Kendala kita selama ini adalah belum adanya website atau marketplace yang terintegrasi. Saya ingin PT Pos bisa menggandeng NTT Mart yang bekerja sama dengan Dekranasda untuk mempromosikan produk lokal kita,” tegas Bupati Willybrodus.

​Lebih lanjut, Bupati meminta komitmen nyata dari PT Pos Indonesia cabang Atambua berupa pemotongan tarif pengiriman khusus bagi produk-produk UMKM Belu demi meningkatkan daya saing di pasar digital.

​”Karena tujuannya mendukung UMKM, maka harus ada komitmen jelas dalam bentuk pemotongan tarif. Apakah itu diskon 20 persen atau 30 persen dari tarif reguler. Kita lihat tren belanja saat ini di platform digital, masyarakat sangat tertarik jika ada diskon ongkos kirim. Skema seperti itu yang harus kita terapkan,” pungkasnya.

​Melalui kemitraan yang kuat ini, Pemkab Belu dan PT Pos Indonesia berharap dapat membawa produk unggulan daerah khususnya tenun ikat Belu ke kancah nasional, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.