Di Depan Komisi II DPR, Mendagri Puji Festival Fulan Fehan: Jurus Jitu Bupati Belu Rekatkan Hubungan RI, Timor Leste, dan Australia!

Rapat Bersama komisi II DPR RI, Mendagri Muhamad Tito Karnavian puji Festival Fulan fehan IV jurus jitu Bupati Belu Eratkan kerjasama antar Negara.(foto: istimewa).

JAKARTA,MEDIATIHAR.COM — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong peningkatan status Festival Fulan Fehan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi agenda budaya bertaraf internasional. Selain melestarikan budaya, festival tahunan ini dinilai efektif mendongkrak pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan serta mempererat hubungan bilateral.

​Hal tersebut disampaikan Mendagri dalam Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi II DPR RI di Senayan, Jakarta, terkait laporan hasil Kunjungan Kerja (Kungker) Panitia Kerja (Panja) Pengelolaan Perbatasan Wilayah Negara.

​”Ini efek ekonominya sangat luar biasa. Sembari juga hubungan dengan Timor Leste dan Australia menjadi baik,” ujar Tito di hadapan anggota Komisi II DPR RI.

​Tito menceritakan pengalamannya saat menghadiri langsung Festival Fulan Fehan IV Tahun 2026 di Savana Fulan Fehan, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, NTT, pada Sabtu (27/6/2026) lalu. Menurutnya, kegiatan berbasis adat dan festival seperti ini memiliki potensi besar jika dikerjasamakan dengan negara tetangga.

​”Kegiatan (budaya) ini dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi bagi kedua negara. Ini sebenarnya bisa dikerjasamakan dengan negara-negara lain,” jelas mantan Kapolri tersebut.

​Dalam sambutannya di Fulan fehan, Mendagri memberikan apresiasi tinggi terhadap kekayaan budaya NTT, khususnya tarian kolosal Likurai dan pesona kain tenun khas Belu. Ia menilai tenun NTT bukan sekadar karya seni, melainkan hasil peradaban tinggi yang diwariskan turun-temurun selama ribuan tahun.

​”Saya merasa bangga setelah melihat kain adat tenun dari Belu. Pakaian tenun yang diperlihatkan kepada kami, saya yakin bisa membuat dunia iri. Keunikan dan keindahan kain tradisional ini sangat mampu memikat perhatian dunia fashion internasional,” ungkap Tito.

​Atas komitmen pelestarian budaya di wilayah perbatasan tersebut, Mendagri menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur NTT, Bupati Belu, para pengrajin tenun, serta seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan festival tersebut.***