Bupati Belu Cup 2026 Siap digelar 30 Tim siap Berlaga dalam turnamen bergensi Bupati Belu.
ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM – Sebanyak 30 tim sepak bola dipastikan telah resmi mendaftar untuk berlaga dalam turnamen bergengsi Bupati Belu Cup 2026. Hingga saat ini, panitia masih menyisakan dua kuota tambahan yang diprioritaskan bagi klub asal negara tetangga, Timor Leste.
Ketua Askab PSSI Belu, Adrianus Febyanto Manek, merincikan bahwa dari 30 tim yang sudah terdaftar, 23 tim merupakan klub lokal asal Kabupaten Belu. Sementara itu, tujuh tim lainnya berasal dari luar daerah, yakni empat tim dari Kabupaten Malaka, satu tim dari TTU, dan dua tim dari Kota Kupang.
”Sisa dua kuota lagi kami masih menunggu konfirmasi dari klub Timor Leste. Saat ini mereka sedang berkoordinasi dengan federasi sepak bola di sana (RDTL),” ujar Adrianus.
Terkait tahapan administratif, Bidang Pendaftaran telah menyerahkan seluruh berkas peserta kepada Bidang Pertandingan. Selanjutnya, agenda Technical Meeting (TM) dijadwalkan akan digelar pada 14 Mei mendatang di Kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Belu.
Selain kesiapan peserta, Askab PSSI Belu juga tengah memacu perbaikan infrastruktur di stadion utama guna menjamin kenyamanan pemain dan penonton.
”Kami sedang mengejar penyelesaian berbagai fasilitas, mulai dari perbaikan tribun yang rusak, pembenahan lapangan, pagar keliling, hingga fasilitas penunjang seperti ruang ganti dan toilet. Target kami, dalam satu minggu ini seluruh pengerjaan sudah rampung,” tegas Adrianus.
Adrianus menekankan bahwa turnamen yang akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan ini bukan sekadar ajang olahraga semata, melainkan juga instrumen penggerak ekonomi kerakyatan di wilayah perbatasan.
Hal ini sejalan dengan visi Bupati Belu untuk menghidupkan sektor UMKM dan penginapan melalui kunjungan tim-tim dari luar daerah.
”Sesuai harapan Bapak Bupati, banyaknya peserta dari luar daerah otomatis akan meningkatkan aktivitas ekonomi. Mereka akan tinggal di sini dan berbelanja di sini, sehingga warung-warung serta pelaku UMKM lokal akan merasakan dampak positifnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Adrianus berharap momentum ini menjadi titik balik kebangkitan pembinaan sepak bola di Kabupaten Belu yang sempat vakum, sekaligus menjadi pemicu semangat bagi para atlet muda untuk kembali berkompetisi di level yang lebih tinggi.














