Brimob Kompi 1 Batalyon A Pelopor dan PUPR Belu Bersinergi, Jembatan Putus di Tasifeto Timur Kembali Terhubung

BERITA, DAERAH, HUKRIM508 Views

​Belu, mediatihar.com – Satuan Brimob Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Belu melakukan gerak cepat memulihkan akses vital yang terputus akibat bencana banjir,Selasa (2/12/25).

Aksi kolaboratif ini berhasil membangun kembali jembatan/dekker sementara yang menghubungkan Desa Fatubaa dan Desa Persiapan Manleten Barat di Kecamatan Tasifeto Timur, ini merupakan akses utama menuju Kota Atambua yang sempat lumpuh total setelah diterjang curah hujan ekstrem.

​Patroli Dialogis Tanggap Bencana, yang dipimpin oleh Ipda Vreisen Timotius dengan 15 personel Brimob, langsung menuju lokasi kejadian pada Selasa (2/12/2025) pukul 09.00 WITA.

​Kepala Desa Fatubaa, Lorensius Kehi, menjelaskan bahwa putusnya dekker tersebut disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi di Kabupaten Belu, bahkan menyebabkan dekker terputus hingga dua kali.

Menindaklanjuti informasi Pimpinan Brimob NTT segera merespons informasi ini dengan memerintahkan personel untuk melakukan pengecekan dan berkolaborasi dengan instansi terkait di lapangan.

​Berkat sinergi cepat ini, akses jalan tersebut kini sudah dapat dilewati kembali. Pembuatan jembatan sementara menggunakan material Bronjong menjadi solusi cepat untuk memulihkan mobilitas warga.

​“Saat ini, atas bantuan dari Bapak Bupati Belu melalui Dinas PUPR Kabupaten Belu dan dibantu tenaga dari Brimob, jembatan/dekker tersebut sudah bisa dilewati motor dan kendaraan pickup,” ujar Kepala Desa Fatubaa.

Pada kesempatan yang sama ​Kepala Dinas PUPR Kabupaten Belu, Vinsen Dalung, menyampaikan apresiasi atas dukungan aparat keamanan.

​“Terima kasih kepada Satuan Brimob karena telah bersinergi bersama pegawai dari Dinas PUPR Kabupaten Belu dalam menyelesaikan pekerjaan pembuatan akses jembatan/dekker sementara… sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan seperti biasa,” kata Kadis PUPR.

​Secara keseluruhan, kegiatan cepat tanggap tim gabungan ini mencakup pemasangan jembatan sementara dengan Bronjong, pembersihan akses jalan, dan pemberian imbauan keselamatan kepada masyarakat.

Pantauan media di Lapangan ​Saat ini, jembatan/dekker sementara tersebut sudah dapat dilalui oleh manusia, kendaraan roda dua, dan kendaraan roda empat. Mengingat curah hujan di Kabupaten Belu masih sangat tinggi, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati saat melintasi jalur yang telah diperbaiki sementara ini.