Berdayakan Pangan Lokal, CD Bethesda Yakum Tingkatkan Gizi dan Ekonomi Komunitas ODHIV

Almada Lasi perwakilan CD Bethesda yakum.

Belu,Atambua,Mediatihar.Com – CD Bethesda Yakum, unit Community Development di bawah naungan Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (Yakum), menyelenggarakan pelatihan optimalisasi potensi pangan lokal bagi Warga Peduli AIDS (WPA) dan Orang dengan HIV (ODHIV).Di Hotel Nusantara 1 Atambua, kabupaten Belu,Rabu (11/02/26).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pemenuhan gizi yang terjangkau serta memperkuat kemandirian ekonomi kelompok.

​Dalam kegiatan tersebut, ditekankan bahwa dukungan gizi merupakan faktor krusial bagi ODHIV yang sedang menjalani terapi Antiretroviral (ARV). Meskipun ARV berfungsi memperbaiki sistem imun dan menekan perkembangan virus, asupan gizi yang baik sangat diperlukan untuk mempercepat proses pemulihan dan menjaga kesehatan tubuh secara jangka panjang.

​”Kita ingin mengubah persepsi bahwa gizi itu harus mahal seperti daging sapi. Padahal, kita punya potensi lokal seperti pisang, ubi, dan daun kelor yang nilai gizinya sangat tinggi,” ujar Almada Lasi perwakilan CD Bethesda saat di wawancarai.

Almada menambahkan bahwa ​Pelatihan ini juga fokus pada variasi pengolahan bahan pangan agar tidak membosankan. Selama ini, pangan lokal seringkali hanya diolah dengan cara direbus, sehingga menurunkan minat konsumsi. Melalui inovasi resep, diharapkan para kader dapat mengolah bahan-bahan di sekitar mereka menjadi hidangan yang menarik dan menggugah selera.

​Kegiatan ini melibatkan kader WPA dari enam desa dan dua kelurahan yang tersebar di empat kecamatan wilayah intervensi CD Bethesda Yakum untuk periode 2025–2028. Selain WPA, hadir pula pengurus Kelompok Dukungan Sebaya (KDS), komunitas disabilitas Kumpesa Rebelo, serta staf internal.

​Selain aspek kesehatan, pengolahan pangan lokal ini diharapkan memiliki nilai ekonomis. Produk hasil olahan tersebut nantinya dapat dikembangkan menjadi usaha kelompok untuk mendukung operasional kader WPA yang selama ini bekerja secara sukarela dan swadaya di masyarakat.

​Dengan adanya edukasi ini, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di wilayahnya masing-masing dalam mensosialisasikan pentingnya gizi berbasis pangan lokal demi kualitas hidup yang lebih baik.