Apel Pagi di Lapas Atambua Berwarna! 37 Peserta Magang Diberi Tanda Pangkat Simbolis

BERITA, DAERAH, HUKRIM665 Views

Atambua, Mediatihar.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua menggelar apel pagi rutin pada Senin, 24 September 2025, bertempat di lapangan utama instansi. Apel yang biasanya diisi dengan pengumuman dan pengecekan kehadiran ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas), Bambang Hendra Setyawan, dan diikuti oleh seluruh pejabat struktural serta jajaran pegawai. Yang membuat apel kali ini terasa istimewa dan “berwarna” adalah dirangkainya dengan prosesi penyematan tanda pangkat secara simbolis kepada 37 peserta magang yang baru diterima di Lapas Atambua.

Raut kebahagiaan yang jelas terpancar dari wajah 37 orang lulusan baru (fresh graduate) yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Mereka secara resmi telah menjadi peserta Program Magang Nasional 2025 Batch 2 yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Puluhan mahasiswa tersebut berhasil melewati serangkaian tahapan seleksi yang digelar beberapa bulan lalu sebelum akhirnya diterima untuk menjalani magang di Lapas Atambua.

Dalam amanatnya yang disampaikan saat acara apel pagi, Kalapas Hendra pertama-tama menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada seluruh peserta magang. Selain itu, ia juga memberikan penjelasan mendalam mengenai sistem kerja, etika, budaya organisasi, serta tata tertib yang harus dipatuhi di lingkungan Pemasyarakatan.

“Pemagangan ini bukan hanya tentang belajar bekerja, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan profesionalisme. Kami berharap peserta mampu menunjukkan dedikasi dan kesiapan untuk berkontribusi secara nyata kepada Lapas Atambua dan masyarakat,” tegas Kalapas Hendra dalam pidatonya.

Ia juga menekankan harapannya bahwa kehadiran 37 peserta magang ini akan memberikan kontribusi positif dalam mendorong inovasi dan meningkatkan efisiensi kinerja seluruh satuan kerja Lapas. Para peserta diharapkan tidak hanya datang sebagai pembelajar, tetapi juga membawa perspektif baru serta semangat kerja yang segar ke dalam dinamika sehari-hari instansi.

Lebih lanjut, Kasubag Tata Usaha (TU) Lapas Atambua, Jimy Ndun, menjelaskan rincian penempatan para peserta magang. Mereka akan ditempatkan secara merata di berbagai seksi, mulai dari administrasi umum, bidang pembinaan narapidana, hingga pengawasan dan keamanan.

“Pengalaman magang di sini diharapkan dapat mengubah pandangan bahwa Lapas tidak lagi menjadi tempat yang terisolir. Sebaliknya, Lapas berfungsi sebagai wadah untuk mendukung peningkatan kualitas SDM muda, memberikan akses pengalaman kerja yang relevan, dan membekali generasi muda dengan keterampilan profesional,” ungkap Jimy Ndun.

Renata Ingu, salah satu peserta magang yang berasal dari perguruan tinggi di wilayah Nusa Tenggara Timur, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan oleh Kementerian Pemasyarakatan. Ia mengakui merasa bangga dan sangat antusias bisa menjadi bagian dari Program Magang Nasional ini, apalagi ditempatkan di Lapas Atambua.

“Kami berharap mendapatkan pengalaman kerja nyata, terutama dalam hal disiplin, integritas, dan inovasi pelayanan publik. Kami siap belajar dengan sungguh-sungguh dan berkontribusi penuh untuk kemajuan Lapas,” ucap Renata yang penuh semangat.

Harapan yang sama juga diutarakan oleh peserta magang lain, yang berharap penempatan ini menjadi bekal kuat untuk meniti karier profesional di masa depan. Selain itu, mereka juga ingin berperan dalam mematahkan stigma yang selama ini melekat pada lingkungan pemasyarakatan. Selama masa magang, para peserta akan terlibat langsung dalam kegiatan operasional, administrasi, serta program pembinaan narapidana, beserta mendapatkan pelatihan dan bimbingan dari para mentor yang berpengalaman di bidangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *