Wabup Belu Vicente Hornai Minta PPL Siaga di Lapangan untuk bersiaga dan mendampingi petani secara langsung(foto: MT).
BELU, Mediatihar.com – Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, meminta seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk bersiaga dan mendampingi petani secara langsung di lapangan. Langkah ini krusial guna menjaga stabilitas pangan daerah di tengah ancaman krisis air pada Musim Tanam (MT) kedua dan ketiga.
Arahan tersebut ditegaskan Wakil Bupati saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama PPL se-Kabupaten Belu di Aula Dinas Pertanian, Rabu (8/6). Rapat strategis ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Pertanian, serta seluruh PPL di wilayah Kabupaten Belu.
Usai rapat, Vicente menjelaskan bahwa tantangan terbesar sektor pertanian Belu saat ini adalah keterbatasan pasokan air. Masalah ini diperparah oleh penurunan kapasitas tampung air di Bendungan Rotiklot akibat sedimentasi (pendangkalan) yang terjadi selama beberapa tahun terakhir.
”Desain awal tahun 2019–2020 itu kapasitasnya 10 koma sekian juta kubik. Namun, berdasarkan pengalaman lapangan, hanya 3 juta kubik yang bisa dimanfaatkan oleh petani, dan untuk kebutuhan penduduk hanya 2 juta kubik,” ujar Vicente.
Ia menambahkan, akibat penumpukan sedimen saat ini, kapasitas bendungan menyusut drastis hingga tersisa sekitar 2 juta kubik. Dampaknya, volume air yang dapat dimanfaatkan masyarakat kini hanya berkisar 1 juta kubik lebih.
Merespons kondisi kritis tersebut, Pemerintah Kabupaten Belu mendorong adanya tinjauan ulang desain (review design) terhadap Bendungan Rotiklot. Targetnya, kapasitas tampung bendungan dapat dioptimalkan secara signifikan hingga mencapai 45 juta atau 50 juta kubik.
Peningkatan kapasitas ini dinilai mendesak untuk memenuhi kebutuhan empat sektor sekaligus, yaitu:Pertanian,Peternakan,Perikanan dan Pemenuhan air bersih bagi masyarakat.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Vicente meminta komitmen dan sinergi dari para PPL guna menyuplai data penunjang yang akurat dari lapangan. Data tersebut akan menjadi basis argumen pemerintah daerah dalam mengajukan perluasan kapasitas bendungan.
”Untuk melakukan review design ini, kita butuh tambahan data. Kami berharap teman-teman PPL bisa memberikan data yang valid di lapangan, sehingga kita punya dasar kuat untuk mendorong daya tampung Bendungan Rotiklot menjadi 45 atau 50 juta kubik,” tambahnya.
Di akhir wawancara, Wakil Bupati Belu kembali menegaskan pentingnya pengawasan melekat dari para penyuluh demi memastikan produktivitas petani tidak anjlok.
”Teman-teman PPL harus standby di lapangan bersama petani. Dampingi terus mereka, sehingga para petani kita tetap bisa menghasilkan produksi yang baik di musim tanam dua dan tiga ini,” pungkas Vicente.












