ATAMBUA, Mediatihar.com – Sebuah seminar dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bertajuk “4 Aspects Of The Kingdom Of God” sukses digelar di Aula Pondok Mercy, Asuulun, Atambua Selatan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Selasa (21/10/2025). Acara ini menghadirkan pembicara utama PS. Brian Nevville Jones dari Australia dan dihadiri oleh 50 perwakilan dari berbagai gereja Protestan di Kabupaten Belu.
Seminar ini menjadi sorotan karena menghadirkan perspektif global tentang ajaran agama Kristen. PS. Brian Nevville Jones, seorang tokoh agama terkemuka dari Australia, memimpin diskusi mendalam tentang empat aspek utama Kerajaan Tuhan. Kehadirannya menarik minat besar dari komunitas Kristen setempat, yang antusias untuk mendalami pemahaman mereka tentang iman.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai denominasi gereja Protestan di Atambua, termasuk Gereja GBI, GSJA, GPDI, dan GMIT. Kehadiran lintas denominasi ini mencerminkan semangat persatuan dan kesatuan di antara umat Kristen di Kabupaten Belu.
Seminar ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 21 hingga 23 Oktober 2025. Seluruh kegiatan dipusatkan di Aula Pondok Mercy, Asuulun, yang menyediakan fasilitas lengkap termasuk tempat seminar, penginapan, serta konsumsi bagi seluruh peserta.
Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WITA dan berlangsung hingga pukul 21.00 WITA setiap harinya. Jadwal padat ini diisi dengan sesi-sesi diskusi, ceramah, serta kegiatan KKR yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman peserta tentang ajaran Kristen.
Menurut pantauan di lokasi, seminar dan KKR ini berjalan dengan aman dan lancar. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi dan berinteraksi aktif dengan pembicara.
Seminar dan KKR “4 Aspects Of The Kingdom Of God” ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan spiritual dan pemahaman iman umat Kristen di Kabupaten Belu. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan antar denominasi gereja Protestan di wilayah tersebut.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan citra Kabupaten Belu sebagai daerah yang memiliki kerukunan umat beragama yang baik. Kehadiran pembicara dari luar negeri juga menjadi bukti bahwa Belu terbuka terhadap kerjasama dan pertukaran pengetahuan dengan dunia internasional.
Seminar ini juga menjadi momentum penting bagi Pondok Mercy, Asuulun, sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial di Kabupaten Belu. Dengan fasilitas yang memadai dan lokasi yang strategis, Pondok Mercy diharapkan dapat terus menjadi tempat penyelenggaraan acara-acara serupa di masa mendatang.
Partisipasi aktif dari berbagai gereja Protestan di Kabupaten Belu menunjukkan komitmen mereka untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan umat. Seminar ini menjadi salah satu wujud nyata dari upaya tersebut.
Dengan suksesnya penyelenggaraan seminar dan KKR ini, diharapkan semangat kebersamaan dan persatuan di antara umat Kristen di Kabupaten Belu semakin solid. Selain itu, pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran Kristen diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Acara ini menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Belu memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kegiatan keagamaan dan spiritual di wilayah Nusa Tenggara Timur. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan kegiatan-kegiatan serupa dapat terus digelar di masa mendatang.








