
BELU,MEDIATIHAR.COM – Anggota DPRD Kabupaten Belu dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Riki Rikardus Lopez, A.Md.Kep., menggelar Kegiatan Reses Masa Persidangan Tahap II Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menampung dan menyerap langsung aspirasi serta keluhan masyarakat di wilayah perbatasan.
Reses tersebut dilaksanakan di dua lokasi berbeda selama dua hari berturut-turut, yakni di Kilometer 10 Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat pada Sabtu (8/8/2026), serta Dusun Makokon, Desa Nanaenoe, Kecamatan Nanaet Dubesi pada Minggu (9/8/2026).
Kedatangan Riki Lopez disambut hangat dan antusias oleh warga dari berbagai kalangan di kedua wilayah tersebut.
”Agenda parlemen yang dilaksanakan rutin setiap tahun ini dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian serius pemerintah,” ujar Riki Lopez.


Dalam tatap muka di Desa Naekasa, warga mengeluhkan krisis air bersih. Meski fasilitas sumur bor telah dibangun oleh Dinas PUPR setempat, pengerjaannya belum dilengkapi instalasi perpipaan sehingga air belum dapat terdistribusi ke rumah-rumah warga. Selain masalah air, kelompok tani hortikultura di wilayah tersebut juga mengajukan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk menunjang produktivitas mereka.
Sementara itu, di Dusun Makokon, Desa Nanaenoe, keterbatasan layanan dasar masih menjadi momok utama. Warga mengeluhkan sulitnya mengakses jaringan telekomunikasi (Sinyal Telkomsel), minimnya bantuan rumah layak huni (RTLH) bagi KK miskin, serta kebutuhan sumur bor.
Riki mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi permukiman di Desa Nanaenoe. Menurutnya, masalah keterbatasan hunian membuat banyak warga terpaksa tinggal menumpuk dalam satu atap.
”Banyak keluarga di antaranya yang harus tinggal bersama dalam satu rumah, bahkan hingga tiga kepala keluarga (KK) sekaligus,” ungkapnya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Politisi PSI ini menegaskan bahwa seluruh masukan warga telah dicatat dalam laporan resmi kunjungan reses. Ia berkomitmen untuk membawa dan mengawal usulan tersebut dalam rapat komisi bersama Pemerintah Daerah (Pemda) agar masuk ke dalam program prioritas dan penganggaran daerah.
Ia menegaskan bahwa reses merupakan momentum penting bagi anggota dewan untuk melihat langsung realitas di lapangan dan memastikan pembangunan tepat sasaran.
”Seluruh aspirasi masyarakat akan kami koordinasikan dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing,” kata Riki.
Meski demikian, Riki meminta masyarakat untuk tetap bersabar dan terus mendukung proses penyampaian aspirasi ini agar seluruh harapan warga dapat terealisasi secara bertahap.


