Mgr. Dominikus Saku: Menjadi Katolik Tak Cukup Hanya Ritual, Harus Jadi ‘Ekaristi yang Hidup’!

BERITA, DAERAH, RELIGI989 Views

Ribuan umat Katolik memadati Gereja Katedral Santa Maria Immaculata Atambua untuk merayakan Misa Kamis Putih.

​ATAMBUA,Mediatihar.Com– Ribuan umat Katolik memadati Gereja Katedral Santa Maria Immaculata Atambua untuk merayakan Misa Kamis Putih, Kamis (2/4/2026) sore. Dalam perayaan yang mengawali Tri Hari Suci ini, Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr, mengajak umat untuk meneladani kerendahan hati Kristus dengan menjadi “Ekaristi yang hidup” bagi sesama.

​Misa yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Mgr. Dominikus Saku dengan didampingi Pastor Paroki Katedral, Rm. Marius Y. Tallo, Pr.

​Salah satu momen sentral dalam perayaan ini adalah prosesi pembasuhan kaki terhadap 12 orang perwakilan umat. Aksi liturgis ini merupakan peringatan atas tindakan Yesus Kristus yang membasuh kaki para murid-Nya sebagai simbol pelayanan dan kasih yang total.

​Dalam homilinya, Mgr. Dominikus menekankan bahwa pembasuhan kaki bukan sekadar ritual tahunan, melainkan panggilan bagi setiap orang beriman untuk merendahkan diri dan melayani tanpa memandang status.

​”Membasuh kaki adalah simbol kerendahan hati. Yesus merendahkan diri-Nya untuk melayani, dan kita pun dipanggil melakukan hal yang sama dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Mgr. Dominikus.

​Lebih lanjut, Bapak Uskup berpesan agar umat tidak berhenti pada perayaan ritual semata. Beliau mendorong seluruh jemaat untuk mengimplementasikan makna Ekaristi dalam tindakan sosial yang nyata.

​”Umat diajak untuk tidak hanya merayakan Ekaristi di dalam gereja, tetapi berani menjadi ‘Ekaristi yang hidup’. Artinya, hidup kita harus terpecah dan terbagi bagi orang lain melalui pelayanan yang tulus,” tambahnya.

​Perayaan Kamis Putih di Katedral Atambua ini berjalan dengan aman dan lancar di bawah pengamanan aparat setempat serta partisipasi aktif dari panitia hari raya. Setelah misa, umat melanjutkan ibadat dengan Tuguran sebagai bentuk refleksi menemani Yesus yang berdoa di Taman Getsemani sebelum menghadapi sengsara-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *