Bocor! Inilah 7 Jalur Rahasia Penyelundupan Pakaian Bekas di Perbatasan RI-RDTL yang Kini Terendus

BERITA, DAERAH, HUKRIM677 Views

Intel kodim 1605 Belu Berhasil mengagalkan upaya penyelundupan Pakaian Bekas.

BELU,Mediatihar.Com– Wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste (RI-RDTL) di Kabupaten Belu disinyalir masih menjadi jalur utama penyelundupan pakaian bekas impor atau balpres.

Terbaru, anggota Intel Kodim 1605/Belu berhasil menggagalkan upaya pengiriman belasan karung balpres di wilayah Kecamatan Tasifeto Timur (Tastim), Senin (26/1/2026) subuh.

​Komandan Kodim (Dandim) 1605/Belu melalui Pasi Intel, Kapten Inf. Marcelus Tobu, mengonfirmasi penangkapan tersebut dilakukan sekitar pukul 05.30 WITA di dua lokasi berbeda.

​”Dua unit kendaraan kami amankan di lokasi yang berbeda, yakni di Desa Bauho dan Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur,” ujar Kapten Marcelus kepada awak media, Senin (26/1).


​Berdasarkan keterangan salah satu sopir mobil pickup yang turut diamankan, barang bukti sebanyak 16 karung balpres tersebut diangkut melalui jalur tikus di kawasan Maubusa, Kecamatan Raihat. Sopir yang meminta identitasnya dirahasiakan ini mengaku dibayar dengan sistem upah angkut per karung.

​”Kami muat dari Maubusa dengan jasa angkut Rp50.000 per bal. Barang-barang ini rencananya akan dibawa ke Nenuk, milik seseorang berinisial J,” ungkap sopir tersebut.

​Praktik ilegal ini diduga memanfaatkan sejumlah titik lemah di sepanjang garis perbatasan yang minim pengawasan, baik melalui jalur darat maupun laut.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat tujuh titik yang diidentifikasi sebagai zona rawan aktivitas penyelundupan di Kabupaten Belu:

1.Kawasan Pesisir: Pasir Putih dan Sukaerlaran (Desa Kenebibi, Kakuluk Mesak).

2.​Jalur Tikus Motaain: Kecamatan Tasifeto Timur.

3.​Kawasan Lakus: Desa Kewar, Kecamatan Lamaknen.

4.​Maubusa: Kecamatan Raihat.

5.​Turiskain: Kecamatan Raihat.

6.​Dilumil: Kecamatan Lamaknen.

7.​Lookeu: Kecamatan Tasifeto Barat.

​Maraknya penyelundupan di titik-titik tersebut mempertegas tantangan besar bagi aparat penegak hukum dalam menjaga kedaulatan ekonomi dan keamanan di wilayah perbatasan negara.

Saat ini, barang bukti dan terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *