ATAMBUA,Mediatihar.Com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua kembali menunjukkan keberhasilan program pembinaan kemandiriannya. Pada Sabtu (3/1/2026), para warga binaan berhasil memanen sebanyak 250 kilogram sayur sawi segar di lahan produktif milik Lapas.
Pencapaian ini menjadi bukti transformasi Lapas dari sekadar tempat penghukuman menjadi pusat pelatihan kerja yang produktif dan berdaya guna.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Andra Sukabir, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini diraih berkat ketekunan empat orang warga binaan yang mengelola lahan selama kurang lebih satu bulan. Meski sempat terkendala cuaca panas dan keterbatasan sumber air, inovasi sistem drainase yang baik menjadi kunci keberhasilan panen kali ini.
”Kami selalu menekankan bahwa mengelola tanaman butuh ketelatenan. Tantangan alam bisa kita lalui dengan sistem yang tepat dan kesabaran para warga binaan,” ujar Andra.
Kalapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Program ini mendorong Lapas untuk berkontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Hasil panen ini nantinya akan dipasarkan ke masyarakat sekitar dan pasar lokal di Atambua. “Ini adalah bukti bahwa di balik tembok Lapas, ada proses pemberdayaan dan harapan. Kami ingin menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi pribadi yang produktif dan bermanfaat,” tegas Bambang.
Salah satu warga binaan, Matias, mengaku mendapat pelajaran berharga mengenai disiplin dan kerja keras melalui program ini. Ia merasa lebih percaya diri untuk kembali ke masyarakat nantinya dengan bekal keahlian bertani.
Ke depannya, Lapas Atambua berencana memperluas jenis komoditas tanam, di antaranya:Budidaya Cabai,Budidaya Tomat
Dengan keberhasilan ini, Lapas Atambua berharap masyarakat dapat mengubah stigma negatif dan mulai melihat warga binaan sebagai individu yang siap berintegrasi kembali dengan keahlian yang mumpuni.








