PMI Belu Resmi Membentuk kelompok kerja
ATAMBUA,Mediatihar Com– Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Belu resmi membentuk Kelompok Kerja Aksi Merespons Peringatan Dini (Pokja AMPD) guna memperkuat ketangguhan daerah dalam menghadapi ancaman bencana. Pembentukan ini dilakukan dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di Hotel Nusantara 2 Atambua, Senin–Selasa (2–3 Maret 2026).
Kegiatan bertajuk Sosialisasi & Pembentukan Pokja AMPD Tingkat Kabupaten Belu ini melibatkan 60 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Daerah, TNI-Polri, lembaga vertikal, BUMN/BUMD, NGO, media, hingga komunitas masyarakat.
Sekretaris PMI Kabupaten Belu, Yance Taek, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari Program SIAP SIAGA, sebuah kemitraan antara Australia dan Indonesia untuk kesiapsiagaan bencana. Program ini sejalan dengan mandat UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Peraturan BNPB No. 2 Tahun 2024.
“Melalui dukungan IFRC, Australian Red Cross, dan DFAT Australia, PMI mendorong penguatan aksi antisipasi berbasis peringatan dini. Pokja AMPD yang terbentuk nantinya akan disahkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Belu,” ujar Yance.
Pokja ini dirancang untuk memperkuat pilar adaptasi perubahan iklim melalui kolaborasi Pentahelix. Fokus utamanya mencakup manajemen informasi, pemetaan rencana kerja, hingga skema pendanaan aksi dini.
Ketua Harian PMI Kabupaten Belu, Theodorus F. Seran Tefa, menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam menghadapi bencana. Menurutnya, PMI kini lebih proaktif pada fase pra-bencana, bukan sekadar bergerak saat tanggap darurat.
“AMPD adalah pendekatan untuk mengaktifkan aksi dini sebelum bencana terjadi berdasarkan peringatan dari BMKG. Ini langkah krusial untuk meminimalisir risiko kehilangan nyawa dan kerusakan infrastruktur,” tegas Theodorus.
Ia juga menyoroti pentingnya inklusivitas dalam sistem peringatan dini, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Saat ini, PMI Belu juga tengah mengimplementasikan Program SIAP SIAGA di Desa Bauho dan Desa Sadi guna mendukung pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA).
Asisten II Setda Belu, Rene Bara Bria, yang hadir mewakili pemerintah daerah, memberikan apresiasi tinggi atas langkah progresif PMI. Ia mengingatkan bahwa keberadaan Pokja tidak boleh hanya sekadar formalitas administratif.
“Kita tidak boleh berhenti di tahap kesiapsiagaan. Pokja yang dibentuk hari ini harus diisi oleh orang-orang yang siap bekerja nyata di lapangan. Kemitraan antara Pemkab Belu dan PMI harus terus diperkuat untuk mewujudkan masyarakat yang aman dan tangguh,” kata Rene.
Melalui pembentukan Pokja AMPD ini, Pemerintah Kabupaten Belu dan PMI menegaskan komitmen bersama menuju visi Belu MANTAB (Masyarakat Aman dan Tangguh Bencana).
