Dari HAM, Anti Korupsi, hingga Nol Sampah:Wabup Vicente Gelar Aksi Kolosal ‘Bersatu untuk Kemanusiaan dan Lingkungan’

​ATAMBUA,Mediatihar.Com– Lapangan Umum Atambua pada Sabtu, 6 Desember 2025, menjadi saksi kegiatan peringatan gabungan hari-hari internasional dalam satu payung besar bertajuk “Bersatu untuk Kemanusiaan dan Lingkungan.”

​Acara ini menyatukan momentum Hari Anti Korupsi Sedunia, Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Hari Hak Asasi Manusia (HAM), dan Hari Disabilitas Internasional. Fokus utama kegiatan adalah “Bergerak Bersama Melawan HIV/AIDS, Tegakkan Hak Asasi dan Inklusi, serta Wujudkan Aksi Nol Sampah Plastik.”

​​Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST, secara resmi membuka kegiatan, menekankan pentingnya kolaborasi multisektor dalam mengatasi isu-isu krusial.

​Wabup Vicente secara khusus menyoroti beberapa poin penting:​Lawan Stigma HIV/AIDS: Ia menegaskan bahwa HIV/AIDS tidak boleh lagi dibungkus stigma dan diskriminasi. Setiap orang berhak mendapatkan informasi, layanan kesehatan, dan perlindungan, serta harus ada ruang aman di keluarga, sekolah, dan masyarakat.

​HAM dan Kesejahteraan: Wabup mengingatkan bahwa hak asasi manusia adalah pilar peradaban. “Kita menolak segala bentuk pelanggaran HAM dan memastikan setiap kebijakan mengutamakan kesejahteraan serta martabat manusia,” ujarnya.

Wabup Vicente menekankan pentingnya integritas sebagai budaya kerja, bukan sekadar slogan. Ia juga menyerukan penghentian kekerasan, dengan menyatakan bahwa perempuan dan anak berhak hidup tanpa rasa takut dan ancaman.


​Selain isu sosial dan hukum, kegiatan ini juga memberikan penekanan kuat pada lingkungan. Wabup Vicente menjelaskan bahwa kegiatan ini mendorong inklusi bagi penyandang disabilitas, kelompok minoritas, masyarakat adat, pemuda, dan seluruh kelompok rentan.

​Fokus lingkungan yang tak kalah penting adalah aksi nol sampah plastik, dengan tujuan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan meningkatkan kesadaran publik terhadap pelestarian lingkungan.

​Acara kolosal ini mencerminkan komitmen luas dengan kehadiran berbagai tokoh penting, termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Dekan Universitas Pertahanan Ben Mboi, Forkopimda, Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL, hingga perwakilan instansi vertikal, BUMN/BUMD, tokoh masyarakat, organisasi wanita, komunitas transgender, dan ratusan siswa dari SMP/SMA.