Bupati Willy menghadiri pengarahan Menteri Pertanian RI mengenai strategi nasional menghadapi fenomena El Nino
ATAMBUA, Mediatihar.Com – Pemerintah Kabupaten Belu mengambil langkah proaktif dalam memitigasi dampak perubahan iklim dan memperkokoh sistem perlindungan sosial bagi masyarakat. Hal ini ditegaskan melalui rangkaian kunjungan kerja strategis Bupati Belu, Willybrodus Lay, di Jakarta pada 20–21 April 2026.
Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan daerah “Rai Belu” dalam menghadapi ketidakpastian cuaca global sekaligus membangun sumber daya manusia yang tangguh melalui kolaborasi lintas sektor.
Dalam agenda utamanya, Bupati Willy menghadiri pengarahan Menteri Pertanian RI mengenai strategi nasional menghadapi fenomena El Nino. Pemerintah pusat menginstruksikan percepatan masa tanam dan manajemen air yang lebih ketat guna mengantisipasi kekeringan ekstrem.
”Fokus kita jelas: rakyat harus tetap makan meski kemarau melanda. Integrasi sumber daya pusat ke daerah sangat krusial untuk menjaga kedaulatan pangan di Belu,” tegas Bupati Willy Lay.
Selain ketahanan pangan, Pemkab Belu secara agresif menjajaki kerja sama dengan tiga lembaga internasional untuk memperkuat kesejahteraan keluarga rentan:
1.000 Days Fund: Intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk menekan angka stunting secara radikal.
ChildFund International Indonesia: Penguatan sistem perlindungan anak dan akses pendidikan bagi keluarga terdampak ekonomi.
Yayasan Plan International Indonesia: Fokus pada akses air bersih, sanitasi (WASH), dan pemberdayaan ekonomi keluarga yang tangguh terhadap perubahan iklim.
Bupati menekankan bahwa kolaborasi ini bertujuan menarik investasi sosial ke tingkat desa. “Kita ingin pembangunan tidak hanya bergantung pada APBD, tetapi juga didukung mitra global (CSR/NGO) untuk masuk langsung ke jantung permasalahan di desa,” tambahnya.
Sebagai penutup rangkaian kerja, Pemkab Belu menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Kerja sama ini mencakup tiga poin utama:
Pengembangan kapasitas SDM dan kualitas pendidikan.
Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk transparansi publik.
Penjajakan kolaborasi segitiga antara Pemkab Belu, UKSW, dan Society College Belanda.
Melalui sinergi antara ketahanan pangan, perlindungan sosial, dan pendidikan modern, Pemerintah Kabupaten Belu optimistis dapat melahirkan “Generasi Emas Belu” yang tetap kompetitif dan tangguh di tengah tantangan perubahan iklim global.
