PDAM Belu Gerak Cepat Perbaiki Pipa Bocor di Aitaman demi Amankan Pasokan Air Kota Atambua

BERITA, DAERAH, EKONOMI155 Views

PDAM merespon cepat keluhan masyarakat terkait kerusakan pipa di Aitmanan,Dusun Wekaleik, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur

BELU, Mediatihar.Com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kabupaten Belu melakukan respons cepat terhadap kerusakan pipa saluran air bersih di wilayah Aitaman, Dusun Wekaleik, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Jumat (1/5/2026). Kerusakan ini diduga kuat akibat tindakan perusakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

​Langkah taktis segera diambil manajemen Perumda Belu untuk memastikan distribusi air bersih kepada pelanggan kembali normal. Mengingat, pipa yang berlokasi di wilayah tersebut merupakan jalur vital bagi pasokan air di wilayah perkotaan.

​Direktur Perumda Belu, Antonius K. K. Jumadi Manek, SE., MM, menjelaskan bahwa pihaknya langsung menerjunkan tim teknis ke lokasi sesaat setelah menerima laporan. Dengan dibantu masyarakat setempat, tim melakukan identifikasi kerusakan dan penggantian bagian pipa yang bocor.

​”Kami memberikan prioritas utama pada setiap laporan gangguan pelayanan, terutama yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Begitu mendapat laporan, tim langsung kami kerahkan ke lapangan,” ujar Jumadi Manek.

Foto: Tim teknis PDAM Belu Melakukan perbaikan pipa Bocor di Aitmanan,Desa manleten.

​Kerusakan pipa ini sempat menghambat suplai air yang bersumber dari mata air Weoe. Sumber ini memiliki peran strategis karena menjadi penyuplai utama bagi Reservoar Fatubenao di Kecamatan Kota Atambua yang melayani ribuan pelanggan.

​Jumadi menegaskan bahwa penanganan cepat di titik Aitaman sangat krusial agar kekosongan air tidak meluas ke area yang lebih besar.

​”Sumber air Weoe adalah urat nadi pasokan air untuk Kota Atambua. Jika tidak segera diperbaiki, dampaknya akan meluas ke ribuan pelanggan di kota,” tegasnya.

​Di sisi lain, pihak Perumda menyayangkan adanya dugaan unsur kesengajaan atau perusakan pipa oleh oknum tertentu. Selain merugikan perusahaan secara teknis, tindakan tersebut dinilai mencederai kepentingan publik karena mengganggu aktivitas harian warga yang bergantung pada air bersih.

​Dengan rampungnya proses perbaikan tersebut, distribusi air menuju bak penampungan (reservoar) di Fatubenao dipastikan kembali stabil. Perumda Belu juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga aset fasilitas air bersih demi kepentingan bersama.