
NAGEKEO, MEDIATIHAR.COM – Kepolisian Resor (Polres) Nagekeo bersama Satuan Brimob dan Tim SDM Mabes Polri menembus jalur terisolasi demi menyalurkan bantuan logistik dan layanan kesehatan bagi sekitar 500 warga terdampak gempa di Desa Wajomara dan Kampung Natakuwe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT),Sabtu (22/8/2026).
Proses penyaluran bantuan berlangsung dramatis akibat medan berbukit terjal, perlintasan sungai, serta material longsoran batu besar yang menutupi badan jalan. Beberapa kali kendaraan operasional tim sempat tersangkut saat mencoba melintasi rute ekstrem tersebut.
Kapolres Nagekeo, AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa lokasi penyaluran bantuan sebelumnya belum tersentuh penanganan sama sekali karena akses yang terputus.
”Tim gabungan dari Polres Nagekeo, Brimob, dan SDM Mabes Polri berhasil menembus Dusun Natakuwe. Wilayah ini sebelumnya belum tersentuh bantuan dari pihak mana pun lantaran akses yang sangat sulit,” ujar AKBP Rachmat.
Bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari Kapolda NTT yang mencakup kebutuhan pokok (sembako), tenda darurat, dan alas tidur. Selain itu, tim medis kepolisian turut melayani pemeriksaan kesehatan gratis untuk memantau kondisi fisik para pengungsi.
Kedatangan tim gabungan disambut haru oleh warga setempat. Grasiana Tia, salah seorang warga RT 04 Desa Wajomara, menyampaikan apresiasinya atas upaya aparat kepolisian menjangkau wilayah mereka.
”Terima kasih kepada Bapak Kapolda NTT dan tim yang sudah mengantar sembako, tikar, serta mendatangi kami di sini,” ungkap Grasiana.
Senada dengan itu, Susanti Ora, warga lainnya, tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan rasa terimakasihnya. “Terima kasih kepada Bapak Kapolres Nagekeo bersama anggota yang sudi mengunjungi kami, padahal medan ke sini sangat susah,” tuturnya.
Hingga hari ini pascagempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang NTT, ratusan warga Desa Wajomara dan Kampung Natakuwe masih memilih bertahan di tenda-tenda darurat. Tingginya frekuensi gempa susulan membuat warga masih ragu untuk kembali ke rumah. Pihak kepolisian memastikan distribusi bantuan akan terus dilanjutkan secara berkala ke daerah-daerah lain yang masih terisolasi.***