Krisis BBM dan Sampah Menumpuk Warnai Reses Anggota DPRD Belu Antonius Mudianto

Ket: Anggota DPRD kabupaten Belu dari fraksi partai Demokrat, Antonius Mudiato Loe Mau SH menggelar Reses di kelurahan Beirafu, kecamatan Atambua Barat(foto:MT).

BELU, MEDIATIHAR.COM — Anggota DPRD Kabupaten Belu dari Fraksi Partai Demokrat, Antonius Mudianto Loe Mau, S.H., menggelar Reses Masa Persidangan II Tahun 2026. Kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat ini berlangsung di wilayah RT 03/RW 01, Kelurahan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat, Minggu (9/8/2026).

​Reses tersebut merupakan titik ketiga yang digelarnya pada periode ini, setelah sebelumnya dilaksanakan di Toro Kelurahan Tulamale Kecamatan Atambua Barat, serta Desa Kabuna di Kecamatan Kakuluk Mesak.

​Dalam dialog interaktif tersebut, sejumlah tokoh dan warga setempat menyampaikan berbagai keluhan mendesak terkait kondisi fasilitas publik, lingkungan hidup, hingga permasalahan ekonomi harian.

​Ketua K2S, P. Sucito, menyoroti masalah perbaikan drainase yang dinilai mendesak untuk mencegah luapan air saat hujan. Selain itu, ia juga mengeluhkan kerusakan fasilitas umum di wilayahnya.

​”Ada empat unit lampu jalan yang mati total selama kurang lebih enam bulan terakhir. Ini sangat mengganggu kenyamanan dan keamanan warga pada malam hari,” ujar Sucito.

​Tak hanya infrastruktur dasar, masalah pendataan program pemerintah juga dikritisi warga. Sucito mendorong adanya kejelasan dan pemerataan pendataan program Padi, Jagung, Kedelai (Pajale), serta transparansi dalam pelaksanaan sensus ekonomi di tingkat lokal.

​Sementara itu, persoalan kebersihan dan pasokan energi domestik disuarakan oleh warga lainnya, Padmi. Ia mengeluhkan pengelolaan sampah yang belum optimal akibat ketidakdisiplinan armada pengangkut.

​”Pengangkutan sampah sering tidak rutin. Selain itu, kami warga juga kesulitan mendapatkan pasokan minyak tanah untuk kebutuhan harian rumah tangga,” ungkap Padmi.

​Kelangkaan bahan bakar juga menjadi perhatian khusus warga bernama Wahani. Menurutnya, krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di sekitar wilayah tersebut berdampak langsung pada terganggunya mobilitas dan aktivitas perekonomian harian masyarakat.

​Menanggapi rentetan keluhan tersebut, legislator yang akrab dipanggil Mudi Loe Mau ini menegaskan akan memperjuangkan seluruh usulan warga melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD ke tingkat fraksi maupun dinas teknis terkait.

​”Semua aspirasi yang disampaikan hari ini mulai dari penerangan jalan, perbaikan drainase, pengangkutan sampah, hingga jaminan pasokan energi dan BBM akan saya rekap dan kawal secara intensif pada rapat paripurna mendatang agar segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah,” tegas Mudi.

​Kegiatan reses yang berlangsung kondusif tersebut diakhiri dengan komitmen bersama antara warga dan pihak legislatif untuk terus mengawal pembangunan lingkungan di Kelurahan Beirafu.