Jaga Warisan Budaya Belu, Ny. maria Fridolin Besin Bagi Sarana dan Prasarana Tenun Gratis hingga Edukasi Kelola Uang untuk Perajin

Ket: Ny. Maria Fridolin Besin Leon menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pelatihan Pewarnaan Alami bagi kelompok penenun di Desa Tukuneno(foto:MT)

BELU,MEDIATIHAR.COM –Pemerintah Kabupaten Belu terus berupaya melestarikan warisan budaya sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat berbasis kearifan lokal. Pendamping Tim Penggerak PKK Kabupaten Belu, Ny. Maria Fridolin Besin Leon yang akrab disapa Fridolin Besin menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pelatihan Pewarnaan Alami bagi kelompok penenun di Desa Tukuneno, Senin (31/8/2026).

​Dalam kegiatan sosial kemasyarakatan tersebut, Ny. Maria Fridolin Besin Leon yang merupakan istri dari Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, S.T., menyerahkan berbagai bantuan sarana produksi secara gratis kepada para perajin tenun. Bantuan yang disalurkan meliputi benang, kacamata baca untuk mendukung aktivitas menenun, serta paket peralatan pewarnaan alami seperti kompor, dandang, spatula kayu, sarung tangan, pisau, minyak tanah, baskom, ember, gayung, hingga detergen.

​Afy Besin sapaan akrabnya menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memanfaatkan bahan-bahan alami di sekitar lingkungan guna menghasilkan warna-warna tenun yang indah dan bernilai jual tinggi. Langkah ini juga dinilai penting sebagai sarana kaderisasi bagi generasi muda agar seni menenun dan motif khas Desa Tukuneno tidak punah ditelan zaman.

​”Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tenun, baik dari segi ukuran, motif, hingga padu padan warna yang menarik. Harapannya, tenun lokal semakin dicintai dan membuat orang tertarik untuk memilikinya lebih dari satu,” ujar Afy Besin Saat diwawancarai Mediatihar.com

​Selain menyerahkan bantuan fisik dan membuka pelatihan teknis, ia juga memberikan edukasi terkait manajemen keuangan rumah tangga bagi para perajin tenun setempat.

​”Saya memberikan literasi perencanaan keuangan singkat agar ketika tenunnya laku, mama-mama bisa menyisihkan atau mengalokasikan modal untuk membeli benang kembali dan mana yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Ini bagian dari manajemen ekonomi agar perajin tidak terjerat koperasi harian akibat ketidakmampuan mengatur arus kas, padahal mereka sudah memiliki mata pencaharian pokok yang produktif,” pungkasnya.

​Melalui pendampingan berkelanjutan dari organisasi wanita dan TP PKK Kabupaten Belu, pelatihan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi perajin tenun di Desa Tukuneno tanpa mengesampingkan nilai-nilai kelestarian budaya lokal.