
ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua bekerja sama dengan Puskesmas Atambua Selatan menggelar skrining kesehatan bagi 11 tahanan baru di Klinik Lapas Atambua, Selasa (1/9). Langkah preventif ini dilakukan untuk mendeteksi dini penyakit menular maupun tidak menular di lingkungan warga binaan.
Pemeriksaan penyakit menular meliputi deteksi dini Tuberkulosis (TB) melalui pemantauan gejala dan dahak, serta tes cepat Voluntary Counseling and Testing (VCT) untuk HIV. Sementara untuk penyakit tidak menular, tim medis memeriksa tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat.

Ketua Tim Kesehatan, dr. Egi Fernandes, menyampaikan bahwa kondisi kesehatan seluruh tahanan baru secara umum dalam keadaan baik.
”Hasilnya tidak ditemukan potensi penularan TB maupun HIV pada tahanan baru. Sementara untuk satu tahanan yang mengalami darah tinggi, kami langsung berikan penanganan awal dan obat peroral,” ujar dr. Egi.
Petugas Kesehatan Lapas Atambua, Yacoba Lobang, menambahkan bahwa dari hasil penapisan tersebut tidak ada tahanan yang membutuhkan tindakan isolasi. Namun, pengawasan kesehatan berkala akan tetap dijalankan setiap pekan.
”Tim medis akan mengontrol kondisi fisik dan tensi para tahanan baru ini secara berkala untuk mengevaluasi perkembangan kesehatan mereka, khususnya memastikan efektivitas pengobatan bagi tahanan yang mengidap hipertensi,” kata Yacoba.

Salah satu perwakilan tahanan baru, Lena Mutik, mengapresiasi layanan pemeriksaan medis awal tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan kepastian kondisi kesehatan bagi para tahanan baru yang mulai menjalani masa pembinaan.
Melalui sinergi ini, Lapas Atambua berkomitmen untuk terus menjaga lingkungan hunian yang sehat serta memastikan hak pelayanan medis seluruh warga binaan terpenuhi secara optimal.







