Bangkitkan Semangat Guru Perbatasan, PGRI Belu Gelar Lomba Paduan Suara Mars dan Hymne

PGRI kabupaten Belu Gelar lomba paduan suara Mars dan Hymne PGRI mengusung tema “Melodi Pendidikan, Guru Bergerak, Indonesia Pintar”

ATAMBUA, Mediatihar.Com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Belu menggelar lomba paduan suara Mars dan Hymne PGRI tingkat kabupaten tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Melodi Pendidikan, Guru Bergerak, Indonesia Pintar” ini berlangsung meriah di Gedung Betelalenok, Atambua, Jumat (30/4/2026).

​Lomba ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, sekaligus menjadi momentum untuk membangkitkan kembali marwah organisasi guru di wilayah perbatasan RI-RDTL. Sebanyak 11 tim perwakilan cabang PGRI se-Kabupaten Belu turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

​Ketua Panitia, Ony Ratu Dabo, dalam laporannya menjelaskan bahwa selain untuk memeriahkan Hardiknas, ajang ini bertujuan mempererat solidaritas, meningkatkan profesionalisme, serta menumbuhkan jiwa nasionalisme.

​”Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi para guru untuk mengembangkan bakat seni yang selama ini jarang tersalurkan di tengah kesibukan mengajar,” ujar Ony.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua PGRI Kabupaten Belu, Yanuarius Wadan, menegaskan komitmennya untuk membenahi organisasi. Ia mengakui bahwa dalam satu dekade terakhir, PGRI di Belu sempat mengalami kelesuan. Namun, sejak kepengurusan baru terbentuk pada Desember 2025, berbagai langkah transformasi mulai dilakukan.

​“Kami bertekad menghidupkan kembali PGRI sebagai organisasi profesi yang solid dan bermartabat. Saat ini, kami telah melakukan konsolidasi hingga tingkat ranting dan mendorong kepemilikan KTA digital. Hampir 1.000 guru di Belu kini telah terdaftar secara daring,” jelas Yanuarius.

​Ada yang berbeda dalam kompetisi tahun ini. Lagu Mars dan Hymne PGRI yang biasanya dinyanyikan satu suara (unisono), kini dibawakan dalam format empat suara (SATB) hasil aransemen kolaborasi dengan pelatih musik asal Kupang.

​“Ini mungkin sejarah baru. Dari Belu, kita berani berinovasi. The voice of the nation’s future-suara guru adalah suara masa depan,” tambah Yanuarius.

​Di sisi lain, Bupati Belu yang hadir dalam acara tersebut memberikan catatan krusial bagi dunia pendidikan. Ia menekankan pentingnya penguatan literasi dan numerasi, terutama di tingkat sekolah dasar (SD).

​“Harus ada perhatian serius pada anak kelas 1 dan 2 agar dipastikan bisa baca-tulis. Jangan sampai ada siswa kelas atas yang belum lancar. Jika ditemukan, panggil orang tuanya dan berikan pendampingan khusus,” tegas Bupati.

​Bupati juga mengusulkan agar kedepannya lomba serupa digelar secara bergilir di tiap kecamatan, bahkan hingga tingkat regional daratan Timor dan festival lintas negara dengan Timor Leste. Ia juga mendorong bahasa Tetum masuk dalam muatan lokal sebagai identitas budaya perbatasan.

​Acara secara resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Ketua DPRD Belu, Theodorus Manehitu Djuang. Kegiatan ini turut didukung oleh Pemerintah Kabupaten Belu, Bank NTT, BPJS Kesehatan, dan Polres Belu.

​Melalui gelaran ini, PGRI Belu berharap para guru di perbatasan memiliki energi baru untuk terus berinovasi dan menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan generasi bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *