Wanita pemandu Buat Candu,Di Balik Senyum Leona, Ada Rindu untuk Leoni

BERITA, CERPEN1875 Views

cerpen Oleh: Yuliyant 

Mediatihar.com – Mentari senja merayap malu di ufuk barat, menorehkan warna keemasan di hamparan sawah yang membentang luas. Viko, dengan tubuh yang terasa remuk redam setelah seharian membanting tulang, memacu sepeda motor bututnya menyusuri jalanan berlubang. Tujuannya hanya satu: rumah, tempat Leona menunggunya dengan senyum yang selalu mampu menghangatkan hatinya.

Leona, istrinya, adalah mataharinya, penyemangatnya, dan alasan utama ia bertahan di kerasnya kehidupan perbatasan. Sejak Leona divonis sakit parah, Viko bersumpah akan melakukan segala cara untuk kesembuhan sang istri. Ia bekerja tanpa kenal lelah, mengumpulkan setiap keping rupiah demi rupiah untuk biaya pengobatan Leona.

Namun, di balik senyum tulus yang selalu ia tunjukkan pada Leona, tersimpan luka yang menganga. Luka itu bernama Leoni, seorang gadis pelayan di kafe “Mountain”, tempat Viko seringkali singgah untuk sekadar melepas penat.

Leoni, dengan senyumnya yang menawan dan keramahannya yang tulus, bagaikan oase di tengah gurun kehidupan Viko. Di matanya, Viko menemukan secercah kebahagiaan yang telah lama hilang, sebuah pelarian dari kenyataan pahit yang harus ia hadapi setiap hari.

Tanpa disadari, benih-benih cinta mulai tumbuh di hati Viko. Ia terpesona dengan Leoni, dengan segala kesederhanaan dan kehangatannya. Namun, ia sadar betul, ia tidak seharusnya merasakan perasaan itu. Ia adalah seorang suami, dan hatinya seharusnya hanya tertuju pada Leona.

Namun, hati manusia memang penuh misteri. Semakin Viko berusaha menjauhi Leoni, semakin kuat pula perasaan itu menghantuinya. Ia terjebak dalam labirin cinta yang menyesakkan dada.

Ia mencintai Leona, istrinya, dengan segenap jiwa dan raga. Ia berjanji akan selalu setia dan mendampinginya dalam suka maupun duka. Namun, ia juga tidak bisa memungkiri bahwa ia mencintai Leoni, gadis yang telah mengisi hari-harinya dengan warna baru.

Viko pun terjerumus dalam hubungan terlarang dengan Leoni. Mereka bertemu secara diam-diam, di sela-sela kesibukan Viko dan jadwal kerja Leoni. Mereka saling berbagi cerita, saling menghibur, dan saling mencintai dalam keheningan.

Namun, hubungan itu harus dirahasiakan rapat-rapat dari Leona. Viko tidak ingin menyakiti hati istrinya yang telah begitu banyak berkorban untuknya. Ia merasa bersalah, namun ia tidak bisa menghentikan perasaannya terhadap Leoni.

Setiap kali menatap senyum Leona, Viko merasa hatinya tercabik-cabik. Ia merasa seperti seorang pengkhianat, seorang suami yang tidak setia. Namun, ia tidak tahu bagaimana cara mengakhiri semua ini.

Suatu senja, Leoni datang dengan kabar yang menghancurkan hati Viko. Ia akan kembali ke kampung halamannya, di Jawa. Ia ingin merawat neneknya yang sedang sakit.

Viko merasa dunianya runtuh seketika. Ia tahu, ia akan kehilangan Leoni, satu-satunya orang yang mampu membuatnya bahagia di tengah penderitaannya.

Perpisahan itu terasa begitu menyakitkan. Viko merasa kehilangan separuh jiwanya. Ia merindukan senyum Leoni, sapaannya yang lembut, dan kehadirannya yang menenangkan.

Di tengah kesepian dan penyesalannya, Viko mencurahkan isi hatinya dalam sebuah puisi yang tertulis di secarik kertas:

“Seandainya memilikimu adalah dosa,
izinkanlah aku menanggung segala kutukan.
Seandainya mencintaimu adalah salah,
biarkanlah aku menanggung segala perkara.
Dan seandainya merindukanmu adalah hal yang tabu,
biarlah rindu ini menjadi batu.”

Namun, Viko tidak bisa larut dalam kesedihan terlalu lama. Ia harus tetap tegar demi Leona. Ia tidak ingin mengecewakan istrinya yang telah begitu sabar dan setia mendampinginya.

Viko terus bekerja keras, mengumpulkan uang untuk biaya pengobatan Leona. Ia berharap, suatu hari nanti, Leona bisa sembuh dan mereka bisa hidup bahagia bersama.

Namun, di dalam hatinya, Viko tahu, ada sebagian dari dirinya yang telah hilang bersama Leoni. Ada sebagian dari dirinya yang akan selalu merindukan senyum manis gadis itu.

Setiap kali Viko memandang Leona, ia melihat bayangan Leoni di matanya. Bayangan seorang gadis yang telah mengisi hatinya dengan cinta terlarang, sebuah rahasia yang akan selalu ia simpan dalam lubuk hatinya yang terdalam.

Di balik senyum Leona, ada rindu untuk Leoni. Sebuah rindu yang akan terus menghantuinya, sebuah rindu yang akan terus membakar hatinya.

Viko terus berjuang, menghadirkan kebahagiaan bagi Leona, meski di dalam hatinya, ia tahu bahwa kebahagiaan itu tidak akan pernah sempurna, karena selalu ada Leoni yang hadir sebagai bayang-bayang, sebagai pengingat akan cinta terlarang yang pernah ia rasakan.

Puisi itu menjadi saksi bisu akan pergulatan batin Viko, akan cintanya yang terbagi, akan rindunya yang membatu.

Kisah Viko, Leona, dan Leoni adalah kisah tentang cinta, pengkhianatan, penyesalan, dan perjuangan. Sebuah kisah yang menggambarkan kompleksitas hati manusia, dan betapa sulitnya memilih antara kewajiban dan keinginan.

Di perbatasan antara cinta dan bayang-bayang, Viko terus melangkah, membawa luka di hatinya dan senyum di wajahnya. Ia terus berjuang, demi Leona, dan demi dirinya sendiri, berharap suatu hari nanti, ia bisa menemukan kedamaian di tengah badai kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *